Ahok: Sandiaga Dulu Tuh Ngemplang Pajak


sandiagaGubernur DKI Jakarta petahana yang sekaligus mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta periode selanjutnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menerima tantangan dari calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno untuk melakukan pembuktian harta secara terbaik.

“Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat dan pembuktian bahwa politisi itu jika berbicara harus dibuktikan dengan sebuah tindakan konkret. Kami tunggu bukti konkret dari ajakan beliau,” kata Sandiaga, dikutip dari kompas.com.

Ahok menjelaskan, pembuktian harta terbalik tersebut adalah hasil konferensi PBB untuk memberantas tindakan korupsi. Sehingga, menurut Ahok adalah suatu kewajaran ketika Sandiaga bersemangat menyuarakan pembuktian harta terbalik tersebut. Mengingat Sandiaga adalah salah satu Ketua DPP partai poilitik.

“Undang-undang pembuktian harta terbalik itu kan hasil ratifikasi konferensi PBB melawan korupsi. Pak Sandi kan salah satu ketua DPP partai, ya tolong diperjuangkan, supaya bisa lurus,” kata Ahok saat ditemui usai upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016), dikutip dari detik.com.

Namun, mengenai tantangan dari Sandiaga, Ahok berpendapat tidak sebanding. Ahok menjelaskan, Sandiaga adalah pengusaha, sedangkan dirinya adalah seorang pejabat.

“Pak Sandi nantang saya itu enggak apple to apple, enggak kaya buah apel nantang buah apel. Jadi di dalam pembuktian terbalik itu buat pejabat, itu di situ ada laporan LHKPN. Makanya KPK periksa saya, uang dari mana, dari mana, sejak tahun 1999. Ketika kasus Sumber Waras segala macam. Jadi ketika seorang pejabat publik, ketika melaporkan LHKPN, itu dilihat dari aparat, gaya hidupnya, sama uang yang dilaporin kira-kira mendekati betul enggak? Nah, saya sudah teruji,” terang Ahok.

Menurut Ahok, pembuktian harta terbalik bagi pejabat adalah dengan cara membandingkan gaya hidup yang ia jalani dengan penghasilan yang diperolehnya. Sedangkan pengusaha, dihitung melalui ketertiban dalam pembayaran pajak.

“Jadi seorang pejabat publik, ketika melaporkan LHKPN itu dilihat aparat dari gaya hidup, biaya hidup sama enggak uang yang dia laporin ini, mendekati betul enggak,” sambung Ahok.

Dalam kesempatan itu, Ahok juga menyebut dirinya telah dalam hal pelaporan harta kekayaan. Ahok rutin melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sedangkan masyarakat non-pejabat, Ahok menuturkan, tidak perlu melapor kekayaan kepada KPK, namun wajib lapor pajak. Untuk itu, pemerintah menerapkan pengampunan pajak atau tax amnesty.

Tax amnesty ini untuk orang biasa yang tidak bisa membuktikan pajak yang dia bayar dengan gaya hidupnya. Dalam hal ini, Pak Sandiaga ikut (tax amnesty), berarti itu juga membuktikan Pak Sandiaga dulu tuh ngemplang pajak, enggak bayar pajak gitu ya, he-he-he,” ujar Ahok.