Kritik Menohok Arie Kriting Terhadap Nara Marsista


    arie-kriting-nara

    Dalam beberapa hari terakhir nama Nara Masista Rakhmatia menjadi bahan perbincangan publik. Hal tersebut terkait dengan pernyataanya saat mewakili Indonesia guna menanggapi pernyataan negara-negara Kepulauan Pasifik di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa, New York, Amerika Serikat, Sabtu (24/9/2016).

    Meski mendapat banyak pujian di dalam negeri atas ketegasan Nara dalam mendebat perwakilan negara-negara yang mempertanyakan masalah di Papua, akan tetapi komisian Arie Kriting memberikan respon berbeda. Arie yang merupakan warga asli Papua ini melontarkan kritik terhadap Nara di akun twitter pribadinya.

    Arie menggarisbawahi perihal penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

    “Nona ini sudah pernah ke Papua? Sudah riset? Kalau memang bangsa kita, sebaik itu mengenai HAM, Munir masih hidup.” tulis Jebolan ajang Stand Up Comedy season 3 di Kompas TV tersebut.

    Sebelumnya diberitakan bahwa wanita yang belum genap berusia 34 tahun tersebut membalas dengan sengit desakan agar Indonesia menyelesaikan kasus hak asasi manusia (HAM) di Papua. Kritik mereka beriring dengan tuntutan penentuan nasib sendiri bagi warga Papua.

    “Para pemimpin yang sama memilih untuk melanggar Piagam PBB, dengan mencampuri kedaulatan negara lain, dan melanggar integritas teritorialnya,” ujar Nara.

    Diplomat lulusan FISIP UI di jurusan Hubungan Internasional itu menyebutkan bahwa negara-negara yang sedang membicarakan masalah HAM di Papua hanya untuk mengalihkan perhatian atas isu domestik yang berada di wilayah mereka.

    Nara juga menegaskan jika pelaporan pelanggaran HAM semacam itu memiliki motif politik untuk mendukung gerakan separatis yang menyebar teror di Papua.

    arie-kriting-papua

    Wanita berparas cantik yang sempat bekerja sebagai peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution), dan Center for East Asia Cooperation Studies menyatakan jika komitmen Indonesia mengenai penegakan HAM tidak perlu dipertanyakan lagi.

    Ia lantas merinci peran aktif Indonesia dalam hal penegakan HAm di dunia, salah satunya disebutkan jika Indonesia adalah anggota pendiri Dewan HAM PBB dan telah menjadi anggota dewan tersebut dalam tiga periode.

    Tidak hanya itu, Nara yang telah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kemlu, sejak 2008 memberikan penjelasan jika Indonesia juga pengagas komisi HAM antar pemerintah ASEAN.