Anies Mulai Menyerang, Ini Kritikan Pedasnya Mengenai Kinerja Ahok


aniesBeberapa hari yang lalu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjhahaja Purnama alias Ahok baru saja menggusur kawasan Bukit Durin untuk normalisasi kali Ciliwung. Cara Ahok menggusur warga yang tergolong semena-mena itu telah mengundang berbagai kritikan. Tak terkecuali calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Anies mengkritik bahwa penggusuran yang Ahok lakukan menurutnya kurang tepat.

“Ada substansi yang harus diperhatikan. Yang digusur itu manusia. Itu ada memori, ada rasa. Itu jangan ditiadakan. Saya akan pendekatan dialog,” kata Anies di Sekretariat Jakarta Pilih Anies Sandi (Jakpas), Jalan Bekasi Timur IX Nomor 17, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016), dikutip dari liputan6.com.

Anies berpendapat, apabila sebelum penggusuran diadakan dialog, warga DKI Jakarta akan bisa memahami dan bersedia untuk melakukan relokasi ke rumah susun.

“Penetapan hukum juga harus diikuti. Saya percaya masyarakat di Jakarta dapat memahami relokasi jika penjelasannya baik dan komitmen dijalankan dengan baik,” lanjutnya.

Dalam melakukan penggusuran, Anies menyebutkan harus dilakukan pemikiran yang matang terlebih dahulu. Karena, masih menurut Anies, penggusuran yang tidak tepat akan berdampak pada tidak percaya warga terhadap pemimpinnya.

“Ada banyak (penggusuran). Ada yang bener ada yang nggak. Setiap kasus beda. Masalahnya beda. Di sinilah substansinya. Memindah itu sebentar, tapi konsekuensi selamanya. Jadi harus dialog,” sambung Anies.

Ternyata, kritikan Anies terhadap Ahok bukan hanya sekedar perihal penggusuran saja. Berbagai sisi kinerja Ahok telah melahirkan kritikan yang dituangkan oleh Anies. Terutama mengenai kerja Ahok sebagai Gubernur Ibu Kota.

Anies menilai, program Ahok dalam mengatur DKI Jakarta sangat minim. Bahkan, program sungai bersih yang dicanangkan Ahok hanya meneruskan program Gubernur DKI Jakarta periode 2007 – 2012, Fauzi Bowo.

Tetapi, Anies juga memuji program Ahok yang sama dengan program Fauzi Bowo itu. Menurutnya, program itu bisa menjadi bukti adanya kesinambungan dalam pergantian pemimpin.

“Sebagai contoh, kita menyaksikan sungai-sungai bersih bukan? Programnya dirancang tahun 2009 oleh pak Fauzi Bowo, lalu mulai dilaksanakan mulai akhir pemerintahan Pak Fauzi Bowo. Diteruskan oleh bapak Jokowi, dua tahun terakhir ini diteruskan oleh bapak Basuki. Jadi kesinambungan yang baik itu penting,” kata Anies, dikutip dari meredeka.com.

DKI Jakarta saat ini masih butuh banyak pembenahan supaya lebih rapi. Mantan menteri pendidikan itu menurutkan, terlebih masalah di DKI Jakarta terus lahir. Oleh karena itu, memilih pemimpin harus yang menyelesaikan masalah dan tidak menambah masalah lagi.

“Jakarta banyak masalah, jangan pilih pemimpin yang mengadakan masalah. Yang dibutuhkan suasana positif, dialog ada, komunikasi ada. Sehingga masalah bisa diselesaikan dengan cara terhormat,” ujarnya.

Menanggapi kritikan Anies, Ahok pun angkat bicara. Menurut Ahok, kebijakan yang ia laksanakan telah sesuai dengan aturan.

“Saya tidak ada pilihan. Bagi saya masyarakat Jakarta harus menilai, kalian dulu pilih saya jadi wakil gubernur sama Pak Jokowi kenapa? Karena kalian percaya saya bisa mengatasi banjir,” kata Ahok.