Ini Prediksi Ahli Fengsui Soal Pilgub DKI Jakarta 2017


ahliProses pencalonan bakal calon gubernur telah selesai dilaksanakan. Hanya tinggal menunggu pengumuman calon yang memenuhi syarat dan  akan maju dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang  oleh pihak KPU.

Selanjutnya akan menghadapi masa kampanyenya yang sangat ramai karena ketiga pasangan dinilai memiliki kemampuan dan integritas yang bagus. Setelah tahapan tersebut barulah dilanjutkan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta pada tahun 2017 awal.

Jika tidak terjadi halangan atau hambatan yang berarti, maka pemilihan gubernur ibu kota negara RI ini akan dilaksanakan pada 15 Februari 2017 sekaligus penghitungan suaranya.

Hingga saat ini, masih bertahan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang terdaftar ke KPU DKI.

Ketiga pasangan tersebut antara lain politukus muda dari dunia militer, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat, dan mantan mendikbud periode Jokowi, Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

Berbagai Lembaga survei yang mengamati Pilkada DKI kali ini sedang melakukan pengukuran elektabilitas setiap pasangan calon yang maju dalam kontestasi politik memperebutkan kursi DKI satu.

Salah seorang para normal ahli Feungsui yang akrab disapa Suhu Yo ternyata telah memiliki ramalan atau gambaran atas jumlah perolehan suara yang diraih oleh ketiga pasangan calon saat melakukan pemilihan pada 15 Februari 2017 mendatang.

Setelah Suhu Yo  melakukan peramalan dan penerawangan, ia menjelaskan cagub Basuki Thajaja Purnama yang merupakan incumbent atau petahana itu masih akan tetap unggul dari kedua pesaing beratnya.

“Peruntungan Ahok itu masih unggul 80 persen,” kata Suhu Yo kepada JPNN.com, Rabu (28/9/2016).

Ceritanya, keadaan berbeda bisa terjadi pada Ahok apabila tidak ada partai yang mengusung dirinya atau Ia ingin maju secara independen.

”Kalau kemarin Ahok didukung sama independen mungkin kalah,” ucap Suhu Yo menyodorkan prediksi tentang calon gubernur yang diusung PDIP, Hanura, Golkar dan NasDem itu.

Sedangkan untuk pasangan Anies – Sandiaga, perolehan suara tetap akan berada di bawah Ahok walaupun banyak juga masa yang mendukung mantan menteri pendidikan dan kebudayaan periode Jokowi-JK itu. Menurut Suhu Yo, Anies hanya menjadi penghibur dan penggembira saja.

“Kalau seperti Anies kelihatannya cuma penggembira saja. Itu sih pasti jauh-jauh hari sudah kalah, karena belum ada karya apa-apa,” ujarnya.

Hal yang sama juga disebutkan oleh Suhu Yo saat ditanya mengenai peluang politikus muda berdarah militer, Agus Yudhoyono.

Menurut pendapatnya, Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mayor Agus  itu tidak mempunyai peluang yang besar untuk menang dalam pilgub nanti.

“Kalau Agus masih anak bawang yah, itu jauh sekali buat menang,” ungkap Suhu Yo, dilansir dari radarpena.com.