Inilah Pengakuan Lengkap Dimas Kanjeng Mengenai Penggandaan Uang dan Pembunuhan


dimas-kanjeng

Kasus dugaan penipuan dan pembunuhan yang dilakukan Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sampai sekarang terus ditelusuri oleh pihak berwajib guna mencari poin-poin lain untuk menjerat pria yang dipercaya dapat menggandakan uang menggunakan jasa jin tersebut.

Walaupun pria bertubuh besar ini mengatakan siap mengembalikan semua uang milik korban, namun tentunya tidak semudah itu bagi pihak kepolisian untuk membebaskannya.

“Oya..tetap akan saya kembalikan itu. Pokoknya siapapun yang saya rugikan, pasti akan kembalikan. Jangan kuatir itu,” ujarnya seperti yang dikutip dari Jawa Pos (29/9/2016).

Kasus ini menjadi semakin panjang dan rumit karena selain dituding telah menipu banyak orang, Dimas Kanjeng juga tersangkut masalah pembunuhan. Akan tetapi, Dimas Kanjeng sampai sekarang ini tetap tidak mengakui bahwa dia terlibat kasus pembunuhan dengan korban bernama Ismail dan Gani itu.

Ketika diwawancarai oleh reporter JTV (Jawa Pos Group) Budi Prakoso terkait masalah pembunuhan itu, Dimas Kanjeng tetap bersikukuh mengatakan bahwa dia tidak terlibat.

Dimas Kanjeng mengatakan bahwa apa yang dituduhkan tidak ada kaitannya dengan dirinya. Hal itu sudah dia cantumkan dalam BAP kepolisian, tentang keberatannya dikaitkan dengan pembunuhan itu walaupun kedua korban merupakan orang dekatnya serta telah membeberkan siapa yang melakukannya.

Ketika ditanya mengenai banker yang kabarnya berisi uang di rumahnya, Dimas Kanjeng hanya mengatakan bahwa banker itu tidak ada karena sudah beralihtangan dan dibawa oleh gurunya. Sayangnya, tidak dijelaskan secara rinci, siapa guru yang dimaksud.

Terkait dengan proses penggandaan uang, beberapa waktu sebelumnya pihak kepolisian pernah meminta Dimas Kanjeng untuk mempraktikkan caranya menggandakan uang, namun dia mengatakan sekarang sudah tidak dapat lagi karena jin yang membantunya sudah kabur.

Uniknya, saat ditanya apakah dia benar dapat menggandakan uang, walaupun tidak secara langsung mengatakan ita, dalam jawaban singkatnya terbersit artian bahwa dia dapat melakukannya.

“Insya Allah begitulah.. (mampu menggandakan uang),” jelasnya singkat.

Dalam penuturannya, Dimas Kanjeng menjelaskan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk menggandakan uang sejak tahun 2006 dengan menggunakan ilmu khusus. Akan tetapi ketika ditanya siapa saja yang terlibat atau ikut dalam proses penggandaan uang itu, pria satu ini menolak untuk menjelaskannya.

“Itu RHS (rahasia) lah..tidak bisa dibahas disini itu,” katanya.

Hingga kini, memang masih ada para santri di padepokannya yang tetap percaya akan ‘kesaktian’ Dimas Kanjeng. Tidak sedikit yang tetap bertahan di padepokan tersebut. Dimas Kanjeng pun mengatakan bahwa karena niatnya baik, maka dia akan terus berjuang agar dapat tetap berada di padepokan.

Dimas Kanjeng juga tetap tidak mau menjelaskan ketika ditanya mengenai siapa saja pejabat yang terkait dengan kasus penggandaan uang tersebut.

“Wah..gak mungkin disampaikan disini ya (nama pejabat yang terkait),” lanjutnya.

Selain Dimas Kanjeng, ada 4 orang lain yang ikut terseret kasus ini, yaitu Wahyu Wijaya, Ahmad Suriyono, Kurniadi dan Wahyudi. Dua dari keempat orang tersebut sudah berstatus tersangka.

“Dua terdakwa pembunuhan sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Probolinggo , sehingga lebih efektif sidang pembunuhan ini dilaksanakan di Probolinggo,” jelas Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi.