Ini Bunyi Pisato Din Syamsuddin di Depan Paus Fransiscus


din

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin menghadiri acara Dialogue on Religion and Culture, di Assisi, Italia pada Selasa (20/9/20016). Disana, Din sebagai salah satu pembicara yang mewakili negara dengan penduduk mayoristas muslim di dunia. Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengatakan, beberapa pesan yang sangat bernilai terkait keingingan dan cita-cita bersama umat sedunia adalah mewujudkan suatu lingkungan atau peradaban yang harmoni antarumat beragama.

Din menyampaikan, Islam adalah agama perdamaian bukan yang memicau konflik. Misi diutusnya Nabi Muhammad SAW yaitu untuk menebarkan perdamaian dan kasih sayang di muka bumi.  Tidak dapat dipungkiri bahwa seharusnya umat berbagai agama di dunia ini harus bersatu padu, bahu membahu, tolong-menolong. Hal itu dimaksudkan untuk menanggulangi dan memperbaiki peradaban dunia yang sudah semakin runtuh nilai-nilai akhlaq pada diri setiap manusia..

“Ini adalah tanggung jawab keagamaan yang sejatinya adalah untuk umat manusia dan kemanusiaan,” kata alumnus dari Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur ini di hadapan ribuan hadirin, termasuk Paus Fransiscus, seperti dikutip dari republika.co.id.

Din juga memberikan pemahaman bahwa tidak ada radikalisme atau kekerasan dalam setiap agama, termasuk Islam. Apalagi bentuk penindasan dan kekerasan. Oleh karena itu, Din menyampaikan bahwa setiap agama mungkin memliki sisi kekerasan, penindasan. Hal itu harus segera ditiadakan dan dihapuskan segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal seperti sikap fobia terhadap pihak lain, kekerasan modal, kekerasan jiwa, kekerasan keluarga, lingkungan, maupun kekerasan negara.

Diakhir pidato yang disampaikan oleh Din Syamsudin yang menjabat sebagai Direktur Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) ini melantunkan Surah Ali Imran ayat ke-64 yang isinya mengajak seluruh umat berbagai agama di dunia yang kita cintai ini. Terkhusus Yahudi dan Kristen agar berpegang teguh pada kepercayaan satu /tunggal dan yang sama (kalimatun sawa’). Tidak berbeda-beda dengan cara agar mengabdi dan menyembah hanya kepada Tuhan yang esa.  Diharapkan seluruh agama bisa bekerja sama membangun dan memperbaiki dunia ini untuk kemaslahatan bersama.

Dalam acara yang digelar oleh Komunitas Santa Egido yang merupakan kelompok Katolik sedunia itu, Paus Fransiscus memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas sambutan Din. Bahkan keduanya sempat berjabat tangan. Pada saat itu, Din yang dipercaya sebagai wakil Islam untuk memberikan sambutan dalam acara yang  dihadiri oleh ratusan tokoh penting, ulama-ulama besar dari berbagai sudut dunia, termasuk Wakil Syekh Al-Azhar Mesir, Sekjen Dewan Gereja se-Dunia, dan Patriach Gereja2 Ortodoks Kristen, serta tokoh-tokoh Buddha dan Hindu.

Sebelumnya, Paus Fransiscus telah mengundang perwakilan delegasi tiap negara dan umat beragama. Dalam pertemuan rahasia itu, Din menyampaikan terjalinnya harmoni, kedamaian antara umat Katolik dan umat Islam. Paus Fransiscus pun meminta Din untuk saling mendoakan demi tercapainya perdamaian dunia.

Dalam pertemuan khusus itu Paus juga mengundang Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Vatikan tahun ini.

“Mgr Agustinus Agus menjelaskan, secara resmi Vatikan, melalui Kardinal Pietro Parilin mengundang Presiden Joko Widodo untuk berkunjung ke Vatikan. Menurut rencana, diharapkan kunjungan itu dapat dilakukan pada tahun 2016,” ujar Mgr Agus seperti yang dikutip Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro dalam pernyataan tertulis yang diterima srikandipp.com.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWanita-Wanita Cantik Ini Tugasnya Mendatangi Perokok
Berita berikutnyaPemain Sepakbola Ini Memilih Belajar Islam Daripada Meneruskan Kariernya