Ternyata Ada Artis Mobilnya Banyak Tetapi Nunggak Pajak. Siapa, ya?


pajak

Saat ini kepemilikan mobil menjadi salah satu penentu posisi kelas hidup di Jakarta. Gaya hidup mewah dengan memiliki banyak kendaraan, mungkin jadi salah satu penentu pergaulan sebagian orang. Sayangnya, gaya hidup yang hedonis ini menjadi sangat miris ketika kewajibannya sebagai warga negara yang memiliki rezeki lebih untuk membayar pajak kendaraan tidak mampu untuk dipatuhi hingga menunggak pajak. Parahnya, pajak tersebut ada yang nunggak hingga berbulan-berbulan bahkan bertahun-tahun.

Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama (UP-PKB BBN) Kota Administrasi Jaksel, Alberto Ali menyampaikan hingga tahun ini terdapat sekitar 10 ribu lebih pemilik kendaraan mewah yang belum membayar pajak kendaraan, sangat ironis sekali.

“(Wajib pajak) ada dari berbagai profesi, artis ada, pengusaha juga ada. Yang jelas yang memiliki kemampuan untuk membeli kendaraan yang nilainya di atas Rp 1 miliar,” kata Alberto kepada detik.com, Rabu (21/9/2016).

Alberto mengatakan, tak hanya lebih dari 2 mobil, bahkan terdapat orang yang mempunyai 10 kendaraan tetapi masih menunggak dalam pembayaran pajak. Walaupun pemilik kendaraan mewah tersebut telat atau menunggak membayar pajak, bukan berarti dia adalah orang yang tidak menaati aturan membayar pajak kendaraan.

“Tidak bisa (hari ini kita katakan dia telat kalau sudah jatuh tempo) mungkin kan dia lupa. Kan bisa dilihat transaksinya per tahun, ketaatannya itu,” terangnya.

Menurutnya, hal ini dikarenakan wajib pajak yang mempunyai kendaraan lebih dari 2 dikenakan pajak progresif yang begitu tinggi. Sehingga para wajib pajak tersebut terkejut dengan pajak yang wajib dibayar.

Ketika mereka mengetahui harus membayar sebanyak ratusan juta rupiah dengan alasan mempunyai kendaraan lebih dari 5 buah, tentunya akan sangat mengherankan. Hal ini yang menghambat para wajib pajak untuk membayar sepenuhnya.

Oleh karena hal tersebut, pemerintah harus terus mensosialisasikan mengenai pajak progresif ini kepada pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari 5 kendaraan, walaupun sudah dijual. Sehingga pemilik kendaraan harus melakukan balik nama saat kendaraannya dijual ke pihak lain.

“Bagi masyarakat yang kendaraannya sudah pindah tangan (jual beli, hibah, dll) itu segera lapor ke Samsat untuk blokir agar penjual nyaman ketika beli baru tidak terkena pajak progresif. Misal hobi gonta-ganti kendaraan per tahun, tanpa sadar sudah lima. Nah kalau tidak diblokir atau dibalik nama, nanti kendaraan dia jadi kena pajak progresif,” jelasnya..

Pajak progresif untuk kendaraan ketiga (atas nama pemilik semua) dikenakan pajak sebesar 2,5 persen dan untuk kendaraan berikutnya dikenakan kelipatan 0,5 persen. Dan begitu seterusnya.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla ikut ambil bicara mengenai persoalan ini. Karena selama ini JK sering mendengar sejumlah pengusaha tidak taat bayar pajak, beli mobil atau motor menggunakan nama sopir atau kerabatnya.

“Karena ini penting apabila orang semua taat pajak, orang tak akan sembunyi-sembunyi beli mobil atas nama sopirnya atau atas nama anaknya,” kata JK di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, Kamis (11/8/2016), dikutip dari tribunnews.com.

JK juga mengimbau kepada masyarakat yang sering sekali tidak membayar pajak untuk mengikuti program pengampunan pajak (Tax Amnesty).


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSubhanallah! Masjid Ini Dibangun Ribuan Meter di Dalam Perut Bumi
Berita berikutnyaTak Setuju Pencalonan Ahok, Kader PDIP Siap Keluar dari Partai