Kibarkan Bendera Bertuliskan Cina di Pulau Seribu, Turis Diperiksa Polisi


china

Kepulauan Seribu dihebohkan dengan perilaku sekelompok wisatawan yang mengibarkan bendera berwarna merah bertuliskan ‘JKT.DESA CHINA’ tepatnya di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Minggu (11/9/2016). Gara-gara ulah iseng wisatawan mancanegara (wisman) itu, banyak masyarakat yang terprovokasi.

Kemunculan bendera itu dinilai dapat memicu isu SARA di tengah masyarakat. Sehingga pihak kepolisian setempat mengamankan tiga orang wisatawan yang melakukan hal tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Itu sudah 86 (dimengerti) semua, mereka diperiksa, biasa lah, empat sampai enam jam,” kata Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP John Weynart Hutagalung, saat dikonfirmasi, Selasa (13/9), dikutip dari replublika.co.id.

Sekelompok orang bergandengan tangan hingga membentuk lingkaran tampak tergambar dalam bendera yang dipasang di atas kapal itu. Di bawah bendera bermasalah itu tertulis ‘JKT.DESA CHINA’. Menurut penjelasan salah seorang saksi, perbuatan wisatawan itu dimaksudkan untuk mencegah berpisah satu sama yang lain.

John mengungkapkan, beberapa orang dari kelompok wisatawan yang mendirikan bendera tersebut antara lain seorang pria warga Cina bernama Liu Yun Xun (46). Diketahui Liu datang ke pulau itu bersama rombongan wisatawan asal China lainnya yang baru saja sampai ke Indonesia dengan maksud untuk snorkeling.

“Pemasangan bendera dan spanduk tersebut berawal akan kedatangan kapal snorkling yang mengangkut sebanyak 23 WNA China, dan 2 diantaranya WNI, yakni supir dan baby siter. Ketika mereka turun ke Pulau Pari, tidak ada barang yang mencurigakan. Pengemudi kapal snorkling, yakni Khatur Sulaiman (36), mengaku ke petugas tak tahu, jika ada bendera dan semacam spanduk yang ditaruh di atas kapal, ” ujar John kepada awak media, Selasa (13/9/2016), dikutip dari tribunnews.com.

Ketika hal ini diketahui oleh pihak kepolisian, rombongan wisatawan itu telah berpencar. Sehingga polisi memeriksa pihak travel yang mengantar turis China itu. Hasil pemeriksaan, John menjelaskan, tidak ditemukan adanya potensi unsur SARA dari tindakan mereka. Oleh karena itu, polisi tidak melakukan penangkapan terhadap Liu.

“Tadi malam sudah turun juga dari Polda. Sudah pasti tidak ada yang diamankan, bukan tindak pidana. Itu hanya salah paham,” tegas John.

Tindakan iseng wisatawan itu juga sempat menjadi viral di media sosial. Menurut John, hal itu hanya lah ulah oknum provokator. John juga menegaskan bahwa tindakan wisatawan itu tidak berkaitan dengan Pilgub DKI Jakarta yang akan diadakan 2017 mendatang.

“Kondusif kok, itu hanya ada beberapa pihak yang memprovokasi, karena hal-hal yang berbau SARA itu, jadinya gampang sekali. Tapi masyarakat sudah pintar lah. Tapi polisinya harus respons, makanya diperiksa,” ujar John.

Setelah diperiksa, warga negara asing tersebut langsung dibebaskan. John juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berpotensi SARA.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDi Kanada, Umat Muslim Laksanakan Sholat Ied di Gereja
Berita berikutnyaWanita Medan Ini Diperlakukan Tak Manusiawi Oleh Petugas Imigrasi Malaysia