Di Kanada, Umat Muslim Laksanakan Sholat Ied di Gereja


1a

Jika di Indonesia dan negara-negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, rata-rata pada saat Hari Idul Adha kemarin merayakannya dengan meriah dan tentunya menggunakan masjid sebagai salah satu tempat untuk merayakannya, justru di Kanada harus dilakukan di dalam gereja Katolik.

Yup, benar, ada sejumlah umat muslim di Kanada yang justru merayakan Hari Raya Kurban ini di sebuah gereja Katolik. Walaupun sebenarnya ada masjid di daerah Antigonish, Nova Scotia, Kanada ini, namun para umat muslim yang ada di StFX University itu justru menyelenggarakan Idul Adha di dalam gereja. Bahkan, sholat Ied-nya pun dilakukan di gereja yang berada di lingkungan kampus tersebut.

Anwar Razak, seorang mahasiswa asal Indonesia yang menempuh studinya di StFX University menjelaskan bahwa perayaan Hari Idul Adha tersebut diselenggarakan cukup semarak dan diikuti oleh banyak umat muslim lain dari berbagai negara, yang berasal dari Timur Tengah, Asia bahkan Afrika.

“Rata-rata mereka adalah mahasiswa dan dosen yang ada di universitas ini. Sebagian lagi adalah pengungsi Syiria yang tinggal di kota kecil itu,” ujar Anwar, seperti yang dilansir Republika, (14/9/2016).

Walaupun baru pertama kalinya melihat upacara keagamaan yang berbeda dengan seperti yang ada di Tanah Air, Anwar yang juga selaku Kordinator Divisi Advokasi Kinerja Keuangan Daerah Kopel Indonesia mengaku salut kepada penduduk beragama lain yang ada di tempat tersebut karena mereka tidak mempermasalahkan acara tersebut dilangsungkan di dalam gereja.

Anwar juga menjelaskan bahwa pihak universitas memang sengaja menyediakan bangunan dan sekitar daerah tersebut untuk dapat digunakan oleh para pemeluk agama lain untuk beribadah, termasuk umat muslim.

Bahkan pada hari Jumat, ketika umat muslim melaksanakan sholat Jumat, pihak kampus dan pengelola gereja juga mempersilakan warga muslim untuk melaksanakannya di tempat tersebut.

Sampai sekarang ini, menurut Anwar, gereja tersebut masih aktif digunakan, hanya saja ketika hari Jumat, ruangan di dalam gereja dikosongkan agar dapat dimanfaatkan warga muslim di Antigonish untuk dapat melaksanakan ibadah sholat Jumat bersama.

Kerukunan dan kedamaian antar-sesama umat beragama di Antigonish memang sangat kental terasa. Anwar menuturkan bahwa banyak warga asli di sana sangat menghormati warga pendatang, baik yang beragama sama atau yang menganut agama lain.

Rata-rata warga lokal sangat paham akan arti perbedaan dan pentingnya untuk saling menghormati antar-sesama umat beragama tanpa harus mengganggu.