Wanita Medan Ini Diperlakukan Tak Manusiawi Oleh Petugas Imigrasi Malaysia


dewiKonsulat Jenderal Malaysia di Medan mendapat pengaduan resmi dari seorang perempuan cantok asal Medan yang merasa dipermalukan dengan cara yang kurang menyenangkan ketika berada di Bandara Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) 2.

Namanya Sri Dewi Sulistiana (28) warga Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, yang telah diperlakukan tidak wajar oleh oknum imigrasi Malaysia. Akibat perlakuannya itu, kini Dewi tidak dapat memasuki wilayah Malaysia lantaran paspornya telah dibekukan tanpa alasan yang jelas. Kejadian tak layak untuk Dewi itu ia alami pada 17 Agustus 2016 ketika dirinya berkunjung ke negeri Jiran. Padahal Dewi memiliki dokumen yang sah.

Pengaduan resmi Dewi itu diserahkan kepada Konjen Malaysia di Medan didampingi kuasa hukumnya dari Pusat Advokasi dan Bantuan Hukum IKA Permahi Medan.

“Saya dan beberapa rekan warga Medan tidak bersalah, tapi dilarang datang ke Malaysia malah harus dimasukkan ke dalam sel layaknya orang yang bersalah sambil menunggu waktu untuk dideportasi,” kata Sri di Kantor Konjend Malaysia, Jumat (9/9) lalu, dikutip dari tribunnews.com.

Lebih sadisnya, ketika Dewi ditahan tanpa alasan yang jelas, perlakuan tidak manusiawi diberikan kepadanya. Seperti memberi minum dengan melempar, serta memberi makan seperti narapidana, dan beberapa perlakuan yang tak layak lainnya.

Ketika ditahan, Dewi juga tidak dibolehkan menggunakan alat komunikasi dan ketika deportasi pun dirinya masih diperlakukan seperti pelaku kriminal.

“Padahal saya datang dengan dokumen yang sah, biaya sendiri dan tujuan datang ke Malaysia untuk bertemu teman,” terang Dewi.

Paspor Dewi juga diberi tanda not allowed to land (NTL) yang membuatnya tidak bisa memasuki Malaysia lagi dan yang ini ia rasa cukup memberatkan. Padahal Dewi tidak pernah melakukan pelanggaran imigrasi, berbuat kriminal, dan pelanggaran lainnya.

“Ini kesewenang-wenangan dan pemerintah harus segera melakukan upaya konkrit agar kasus serupa tidak dialami warga Indonesia lainnya,” lanjutnya.

Menurut penjelasan Kuasa Hukum Sri Dewi Sulistiana, Hamdani Parinduri, Alfarius Polintino, dan Munawir Hasibuan, perlakuan oknum imigrasi Malayasia itu jelas merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) secara internasional.

Hamdani menerangkan. Dewi tidak pantas untuk di deportasi dari Malaysia karena Dewi tidak lakukan pelanggaran apa pun yang menyebabkan hukuman itu berlaku bagi dirinya.

Kasus ini, menurut Hamdan, dikhawatirkan juga pernah dialami oleh WNI selain Dewi yang juga ke Malaysia. Hanya saja karena tidak terungkap, sehingga kasus serupa dibiarkan saja.

“Jika tidak ada respon positif, maka kami akan membuat pengaduan resmi kepada Presiden RI, Menteri Luar Negeri dan pihak terkait lainnya,” pungkasnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKibarkan Bendera Bertuliskan Cina di Pulau Seribu, Turis Diperiksa Polisi
Berita berikutnyaApa Kerugian Orang Kaya dan Keuntungan Orang Miskin Soal Amnesti Pajak?