Daging Kurban Jangan Dibungkus dengan Plastik Hitam. Kenapa?


kresekBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mengeluarkan perhatian kepada sejumlah pemerintah daerah perihal antisipasi penggunaan kantong plastik warna hitam untuk pembungkus daging kurban.

Anjuran itu disampaikan oleh Bupati Maros HM Hatta Rahman kepada panitia kurban lingkup Pemkab Maros ketika rapat koordinasi Idul Adha di Ruang Rapat Bupati Maros, Kamis (8/9/2016).

“Panitia kurban sebaiknya tidak menggunakan kantong plastik hitam untuk membungkus daging kurban,” ujarnya membacakan surat edaran dari BPOM RI tersebut, dikutip dari rakyatku.com.

Surat edaran resmi itu berisi tentang bahaya yang terdapat dalam tas plastik. Bahan kimia yang terkandung di dalamnya tidak hanya mudah terurai dan bermigrasi ketika terkena makanan panas.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh BPOM bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan, dalam kresek terutama yang berwarna hitam, merupakan produk daur ulang mengandung bahan kimia berbahaya. Dalam proses pembuatan kresek daur ulang, pihak produsen tidak memperhatikan riwayat bahan tersebut.

Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa bahan itu berasal dari bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan, kotoran manusia, atau limbah logam berat, demikian petikan peringatan BPOM tentang kantong kresek.

Tak hanya kantong kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Sehingga disarankan untuk tidak menggunakan kemasan makanan yang mengandung PVC ketika membungkus makanan panas, berminyak, berlemak, serta mengandung alkohol.

Peringatan pelarangan menggunakan kantong kresek hitam sebagai tempat untuk membungkus daging kurban pada Idul Adha 1437 Hijriyah juga datang dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

“Ini penting diimbau karena bahan daur ulang pembuatan kantong plastik hitam tidak jelas dari limbah atau apa sehingga kebersihan dan keamanannya tidak terjamin,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disperkanak Sugiyanto, Sabtu (10/9/2016), dikutip dari republika.co.id.

Sugiyanto memaparkan, sejumlah kandungan zat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia yang terdapat dalam kantong plastik hitam adalah seperti logam berat seperti timbal (Pb). Menurutnya, timbal ini dapat dengan mudah bermigrasi ke makanan, apalagi makanan dalam keadaan panas.

“Plastik hitam punya karakter sendiri dan zat berbahaya itu bisa berpindah pada makanan yang bersentuhan langsung. Khususnya untuk makanan panas termasuk juga daging. Jika ditempatkan pada plastik hitam maka daging akan cepat zat-zat yang terkandung pada plastik,” ucap Sugiyanto.

Apabila makanan telah terkontaminasi dengan timbal ini dan dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia. Lebih parahnya bisa menimbulkan kanker. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk lebih baik menggunakan kantong plastik yang transparan.

“Jika pun terpaksa digunakan kantong plastik hitam, sebaiknya untuk bungkus luar saja. Jadi sebelum dibungkus dengan plastik hitam, makanan dan daging dimasukkan pada plastik transparan,” lanjutnya.

Selain itu, Sugiyanto juga menyarankan kepada panitia untuk memisahkan penempatan daging dan bagian lain dari hewan kurban. Jadi antara daging dengan jeroan ditempatkan terpisah. Hal ini dilakukan untuk mencegah rusaknya daging.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTerungkap! Inilah Sosok Mr X yang Disebut Ayah Biologis Ario Kiswinar
Berita berikutnyaPengemis Asal Jerman yang Hebohkan Warga Diamankan Polisi