Lawan Ahok, PKS dan Gerindra Usung Pasangan Sandiaga-Madani


sandiagaPartai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama dengan Partai Gerindra berencana akan mengusung pasangan Sandiaga Uno dan Mardani Ali Sera sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pilkada      DKI Jakarta 2017 nanti. Pasangan tersebut telah resmi ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS kepada seluruh Pengurus Wilayah PKS DKI Jakarta dan kader ahli PKS, di Kantor DPP PKS.

“PKS bersama Gerindra sepakat untuk mengusung duet Sandiaga Uno-Mardani Ali Sera sebagai Cagub dan Cawagub DKI di Pilkada 2017,” kata Presiden PKS, Sohibul Iman, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (9/9/2016), seperti yang dikutip dari republika.co.id

Sohibul mengatakan bahwa pertimbangan yang dilakukan untuk mengusung pasangan tersebut dilandasi atas beberapa hal, yaitu hasil survei dari anggota PKS, Gerindra dan lainnya, jumlah kursi PKS di DPRD DKI, dan bagaimana komunikasi politik ke partai-partai lain. Menurutnya, komunikasi politik dengan berbagai partai lain untuk memperkenalkan pasangan itu tentu masih perlu dan harus terus dilakukan untuk memperkuat koalisi.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami akan deklarasi secara terbuka untuk memperkenalkan kepada publik,” ujar Sohibul seperti yang dilansir pada antaranews.com

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid meyakini Mardani adalah sosok yang anti terhadap korupsi dan sudah sangat lama menjadi kader dari PKS.

Track record Mardani yang telah lama melintang di dunia dakwah dan politik, baik dalam dan luar negeri, juga dianggap sebagai salah satu kelebihan bagi dirinya.

“Beliau juga masih sangat muda. Umurnya masih sekitar 48 tahun sekarang ini. Ternyata juga punya chemistry bagus dengan Pak Sandiaga. Itu yang kami majukan dan diterima dengan baik oleh Pak Prabowo maupun Sandiaga,” ujar Wakil Ketua MPR itu, seperti yang dikutip dari kompas.com

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mensyaratkan untuk partai atau gabungan partai politik yang akan mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta mendatang minimal meraih 22 kursi DPRD. Saat ini, Gerindra memiliki 15 kursi, sedangkan PKS 11 kursi di DPRD, sehingga total kursi koalisi partai ini sebanyak 26 kursi.

Selain PKS dan Gerindra, partai lainnya juga telah menyatakan sikapnya untuk mengusung calon dalam Pilkada DKI ini antara lain partai Hanura, Golkar, dan NasDem. Tiga partai ini kompak mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk maju kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta.