Reza Kembali Dinyatakan Positif Narkoba


    rezaReza Artamevia dikabarkan dinyatakan positif narkoba menurut hasil laboratoriun forensil cabang Bali. Sedangkan tiga orang lainnya dinyatakan negative.

    “Hasil di Bali ada 4 orang, Richard, Devina, Yuti itu negatif sementara Reza Artamevia positif metamfetamin bisa sabu-sabu,” jelas Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti ketika dihubungi bintang.com, Kamis (8/9/2016).

    Pemeriksaan itu dilakukan di laboratorium forensik pada 31 Agustus 2016, atau tiga hari setelah penangkapan. Petugas Labfor mengambil spesimen urine dan darah dari empat orang yang diperiksa itu.

    Sebelumnya, pada 28 Agustus 2016 lalu, Polda NTB menangkap Gatot Brajamusti atau Aa Gatot beserta istrinya, Dewi Aminah lantaran ditemukannya barang bukti di Hotel Golden Tulip, kamar 1100, Selaparang, Mataram, NTB.

    Dalam penangkapan itu sedikitnya ada lima orang yang diamankan polisi sesaat setelah Aa Gatot terpilih menjadi Ketua Umum PARFI. Kemudian dilakukan tes urine terhadap 8 orang yang berada di sekitar kamar ketika Gatot ditangkap.

    Dari 8 orang yang ditangkap, ada dua orang yang terbukti tidak mengonsumsi narkoba. Mereka adalah anak dari Aa Gatot

    “Dari 8 orang, 6 positif termasuk Gatot dan istrinya. Yang 4 orang tidak diketemukan barang bukti namun sedang menggunakan narkoba,” ungkap Tri.

    Hasil tes lab dan urine sebelumnya juga menyatakan bahwa Reza Artamevia positif narkoba. Namun menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sriyanto, Reza masih dalam tahap mencoba-coba dan hasil tes yang dilakukan negatif mengandung zat terlarang sabu sehingga di diberikan izin untuk rehabilitasi.

    “Sesuai Pasal 54 UUD No. 25 Tahun 2009 tentang Narkotika, pengguna wajib direhabilitasi, kami serahkan ke BNNP,” ujar Tri.

    Hasil tes laboratorium di Bali, Tri menjelaskan, hanya sebagai penguat. Pilda NTB akan tetap berpedoman dengan hasil tes pengujian yang pertama.

    “Tes di Bali hanya untuk memperkuat saja. Karena 2 hari, dari tanggal 29 Agustus di Mataram dan 31 Agustus di Bali, ada jeda tes urine dan darah akan berpengaruh kandungan-kandungan baik urine dan darah, kita tetap berpedoman pada tes pertama,” tegas Tri.

    Meskipun Reza positif narkoba, polisi tidak menetapkan status hukum untuk Reza. “Dia kan tidak kedapatan mempunyai narkotika, hasil menunjukkan menyalahgunakan, dipakainya kapan dan di mana, itu tidak tahu,” kata Tri.

    Metampetamin bisa berada di berbagai jenis narkoba. “Jenis bisa macam-macam, tapi kecenderungan dari hasil tes pertama adalah sabu,” tambah Tri.