Astaga! Banyak Mahasiswa Bandung Ikut Program Nikah Siri


    nikahDi awal September 2016 ini dunia maya diramaikan dengan munculnya iklan layanan jasa iklan nikah siri. Yang lebih mengagetkan lagi, jasa tersebut beredar di Bandung dan konsumennya kebanyakan dari kalangan mahasiswa di Bandung.

    Dilansir dari tribunnews.com, pada iklan tersebut tertulis promosi di dinding lamannya seperti ini :

    “Bagi pasangan yang terkendala untuk melakukan pernikahan di KUA, kami siap membantu anda untuk menikahkan sah secara agama Islam untuk menghindari perbuatan zina. Biaya pernikahan Rp 2.000.000,- (Bandung).”

    Kemunculan iklan itu pun menimbulkan sejuta pertanyaan bagi warga Bandung. Pasalnya dalam iklan tersebut terpampang dengan jelas nama kota Bandung.

    Bahkan, seorang pemilik akun Instagram @nita_shintya yang merasa gelisah dengan iklan itu lantas melaporkan temuannya kepada Wali Kota Bandung melalui akun Instagram-nya @ridwankamil.

    “nita_shintya Pak @ridwankamil saya lihat diberita bahwa sekarang sedang marak pemberitaan dimedia sosial tentang ‘nikah siri’ dikalangan mahasiswa bandung, mohon ditindak lanjuti pak itu merusak moral, dibandung ada pemberitaan seperti itu mendengarnya pun miris pak. Trimksh.”

    Diduga, saat ini banyak kalangan mahasiswa yang terkendala untuk menggelar pernikahan yang resmi menurut negara. Sehingga nikah siri sebagai solusinya. Atas dasar itulah yang membuat Rahman, salah satu penyedia jasa nikah siri membuka bisnisnya.

    “Banyak juga mahasiswa di Bandung nikah siri. Dari pada zina lebih baik menikah secara agama dulu,” kata Rahman ketika dihubungi oleh merdeka.com, Rabu (31/8/2016).

    Rahman menambahkan, konsumennya berasal dari mahasiswa yang ingin melangsungkan pernikahan namun belum tidak mendapatkan restu dari orang tua lantaran belum selesai kuliah. Selain itu, ada juga yang memilih nikah siri karena tidak ingin berdosa dengan berpacaran.

    Tak cukup dengan itu, Rahman juga menjelaskan bahwa jasa layanan nikah siri yang ia tawarkan tidak melanggar aturan negara. Sebab, Rahman berpatokan dengan UU Nomor 1 Tahun 19745 tentang Perkawinan dan PP Nomor 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UU Perkawinan.

    “Jangan pernah khawatir, ini kewajiban dan kebenaran, kecuali mereka yang tidak iman. Jadi jangan takut untuk melaksanakan nikah siri,” lanjut Rahman.

    Untuk saat ini, bisnis aneh yang ditawarkan Rahman ini tidak menggunakan media sosial, melainkan menggunakan layanan pesan singkat (SMS). Biaya yang ditawarkan Rahman untuk mengikuti nikah siri pun terbilang cukup murah. Hanya dengar merogoh kocek Rp2 juta, sepasang pengantin dapat melangsungkan pernikahan tanpa kebingungan memikirkan penghulu, wali, maupun saksi.