Polisi Bongkar Prostitusi Kaum Gay di Puncak, Bogor


555e36ee0423bdc12f8b4567

Jika pada umumnya berita mengenai prostitusi yang banyak diulas dan tersebar di media masa, baik yang online atau yang offline, adalah menjadikan kaum Hawa sebagai obyek, kali ini ada kasus prostitusi kaum gay di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Kasus ini terungkap setelah ada satu tersangka berinisial AR (41) yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. AR tertangkap dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan polisi di sebuah hotel di Jalan Raya Puncak KM 75 Cipayung, Bogor.

“Satu tersangka kami amankan inisial AR, dia residivis. AR menawarkan prostitusi anak di bawah umur melalui akun facebook,” tegas Boy Rafli Amar dari Mabes Polri.

Dalam penggerebekan itu, selain menangkap AR, terdapat juga 7 korban yang mana 6 di antaranya masih di bawah umur dan 1 korban berusia 18 tahun. Pada saat penggerebekan dilakukan, semuanya terlihat ketakutan.

Ketika dikorek keterangan, ternyata para korban ini dibandrol dengan tarif Rp 1,2 juta dan ditawarkan ke para pria penyuka sesama jenis.

Dari investigasi polisi terkait masalah ini dan berdasarkan pengakuan dari AR, ternyata ada beberapa pihak yang ikut bermain dalam kasus tersebut, yaitu beberapa germo yang sudah terbiasa menawarkan para korbannya untuk melayani para pria penyuka sesama jenis. Sayangnya, tidak disebutkan siapa saja germo-germo yang dimaksud.

Mirisnya lagi, seperti tidak peduli dengan nasib para korban, para germo dan pria-pria penyuka sesama jenis ini memiliki komunitas sendiri sebagai wadah transaksinya. Bahkan, untuk suatu acara pesta, bisa ada 100 anak yang akan dikumpulkan.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya turut menjelaskan bahwa sampai sekarang ini, AR sudah memiliki 99 pekerja yang rata-rata mereka berumur masih di bawah 16 tahun dan mayoritas berasal dari wilayah Jawa Barat.

Dalam pengakuannya, ketika tidak ada orderan, para pekerja tersebut akan menunggu dihubungi oleh AR terlebih dahulu. Mereka juga tidak dikumpulkan dalam satu rumah seperti P*K wanita pada umumnya.

“99 anak ini tetap tinggal bersama keluarga mereka. Nanti ada komunikasi antara AR dengan korban. Kemungkinan para pelanggan anak-anak di bawah umur ini adalah wisatawan dan WNA yang sedang ebrlibur ke kawasan Puncak,” jelas Agung.

Untuk investigasi lebih lanjut dan mengetahui rekam jejak prostitusi kaum gay ini, pihak kepolisian akan mengumpulkan dan mencopy seluruh data berupa percakapan yang dilakukan melalui jejaring sosial Facebook atau pun yang ada di perangkat komputer dan laptop AR.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaMemanas! Sandiaga Uno Tuding Ahok Akan Gunakan Ini Saat Kampanye
Berita berikutnyaKasihan! Bocah Ini Dilarang Sekolah Karena Mirip Kura-kura