Konyol! Orang-orang Ini Gugat Tuhan karena Tidak Puas Akan Hidupnya


    mark sharpe

    SURATKABAR.ID – Suami menggugat istri atau anak menggugat orang tua sudah cukup mencengangkan mesti masih bisa diterima akal sehat. Namun bagaimana dengan orang-orang yang memilih menggugat Tuhan? Ya, entah apa yang ada di pikiran orang-orang ini, namun mereka benar-benar serius menggugat Sang Pencipta hingga membawa kasusnya ke pengadilan.

    Yang pertama adalah seorang pendeta asal Teme Valley South, Inggris, bernama Mark Sharpe. Pria berusia 44 tahun ini menggugat Tuhan lantaran ia terpaksa berhenti menjadi pendeta karena diminta oleh rekan-rekannya sesama pendeta.

    Entah apa yang membuatnya dipaksa berhenti menjadi pendeta, namun ia juga mengalami teror dari para jemaat, misalnya saja ban mobilnya disayat serta anjing kesayangannya diracun. Alasan utama Sharpe memutuskan untuk menggugat Tuhan lantaran ia merasa awal pengabdiannya di gereja pada November 2011 karena ia dipanggil oleh Tuhan, namun sekarang justru berakhir seperti ini.

    Gugatan ke dua tak kalah uniknya. Seorang Senator asal Nebraska bernama Ernie Chambers menggugat Tuhan lantaran telah menyebabkan terjadinya berbagai bencana dan malapetaka di dunia. Gugatan yang dilayangkan pada tanggal 14 Oktober 2008 ini jelas langsung ditolak oleh Pengadilan Douglas County, Amerika.

    Seperti dilansir dari merdeka.com (28/08/2016), senator ini merasa penduduk di Kota Omaha yang merupakan daerah konstituennya, banyak mengalami penderitaan seperti kemiskinan, terorisme, hingga bencana alam. Chamber melayangkan gugatan tersebut karena merasa Tuhan telah berbuat tidak adil pada penduduk Kota Omaha.

    Meski tergolong nyeleneh, nyatanya sempat ada sidang yang dilakukan untuk menindaklanjuti gugatan Chamber. Namun sidang tidak bisa dilanjutkan lantaran Tuhan sebagai terdakwa tidak dapat dihubungi dan tidak bisa hadir memenuhi panggilan pengadilan.

    Selain pendeta dan senator, ternyata seorang narapidana juga melakukan gugatan terhadap Tuhan. Narapidana asal Kota Timisoara, Rumania, yang bernama Pavel Mircea, menggugat Tuhan dengan tuduhan telah mengingkari janjinya. Hal ini berawal pada tahun 2005 lalu, saat Mircea tengah menjalani hukuman penjara 20 tahun dan melakukan pembaptisan.

    Pada saat itu, Mircea mengaku berdoa pada Tuhan dan mendengarkan jawaban langsung. Namun kini ia mengaku kecewa lantaran merasa Tuhan tidak mau melindunginya sampai-sampai ia terlibat kasus pembunuhan.

    Gugatan yang dilakukan pada Juli 2007 lalu melalui Gereja Ortodoks Rusia tentu saja ditolak oleh pengadilan. Alasannya jelas, karena Tuhan berada di luar sistem hokum manusia sehingga sangat tidak mungkin jika harus digugat dan dijadikan terdakwa dalam perkara pidana maupun perdata.

    Ada-ada saja ya, tingkah para manusia untuk melampiaskan ketidakpuasannya dalam hidup!