SBY Dukung Calon Selain Ahok, Ruhut Bilang Begini


14060426_10201900876040997_1006531517_o

Wakil Ketua DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan menanggapi pernyataan sikap politik koleganya, Ruhut Sitompul terkait Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. Ruhut sendiri telah kukuh pendirian untuk mendukung calon Gubernur petahana, Basuku Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok.

Sedangkan pihak partai Demokrat belum menyatakan keberpihakan kepada salah satu bakal calon. Syarief menyatakan, sikap Ruhut tersebut merupakan sikap individu, bukan sikap partai.

“Itu individu. Kalau pribadi ya silakan saja. Justru itu menjadi perimbangan partai kita semua,” ujar Syarief saat mendampingi SBY menghadiri acara wisuda di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Sabtu (27/8/2016), dikutip dari liputan6.com.

Saat ini, Ruhut telah diberhentikan dari jabatannya sebagai juru bicara partai lantaran diduga sering berseberangan dengan sikap partai yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono itu. Salah satunya ialah sikap politik dalam Pilgub DKI Jakarta.

Setelah pemecatannya, Ruhut sempat datang ke acara peresmian posko kemenangan Ahok. Bahkan, ia menuturkan ketika itu telah mendapat restu dari SBY. Pernyataan Ruhut itu pun langsung dibantah oleh Syarief.

“Oh, enggak ada itu (izin dari SBY),” kata Syarief.

Meski begitu, Ruhut tetap bersikukuh dengan sikapnya dan menghiraukan Ketua Umum Partai. “Ya terserah Pak SBY, aku tetap Ahok,” kata Ruhut saat dihubungi, Sabtu (27/8/2016), dikutip dari kompas.com.

Menurutnya, perbedaan sikap dengan SBY tidak menjadi masalah. Karena perbedaan ini telah pernah terjadi ketika Pemilu Presiden 2014. Ketika itu Partai Demokrat tidak memihak kepada salah satu calon (Prabowo Subiyanto-Hatta Rajasa maupun Joko Widodo-Jusuf Kalla). Namun Ruhut cenderung mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan hal itu tak menjadi masalah.

“Nyatanya waktu Kongres Demokrat aku Koordinator Juru Bicara dan Ketua DPP Bidang Polhukam,” ucap Ruhut.

Ruhut yakin, SBY tidak akan mendukung calon Gubernur selain pilihannya. Karena menurutnya SBY selalu memilih calon yang memiliki elektabilitas tinggi.

“Siapa survei paling tinggi? Ahok. Yang lain jauh di bawah. Jadi, aku yakin Pak SBY enggak mungkin. Tetapi, kawan yang enggak suka Ahok yang memengaruhi Pak SBY,” ujar Ahok.

Sebelumnya, Syarief hasan telah menyatakan bahwa partainya tidak akan mendukung Ahok dalam Pilgub 2017 mendatang.

Menurutnya, Partai Demokrat menginginkan DKI Jakarta dapat dipimpin oleh sosok yang lebih baik dibanding Ahok. Hal ini, Syarief menjelaskan, sesuai dengan instruksi SBY.

“Yang jelas bukan Ahok. Arahan beliau kita ingin yang lebih baik lagi,”  ujar Syarief.