Aher Salahkan Jemaah Haji yang Tertangkap di Filipina


aherGubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sangat kecewa terhadap 4 calon anggota jamaah haji (calhaj) yang ditahan oleh pihak Filipina lantaran mengambil kuota haji dari jamaah Filipina.

Ahmad Heryawan juga akan segera berkoordinasi dengan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menyikapi 4 calhaj asal Jawa Barat yang diindikasikan merupakan bagian dari 177 jamaah calon haji yang sekarang masih tertahan di Filipina.

Proses verifikasi terus dilakukan oleh pihak imigrasi dan otoritas Filipina kepada 177 calon jamaah haji asal Indonesia ini yang tertangkap setelah ketahuan berupaya berangkat ke Tanah Suci menggunakan paspor Filipina.

“Sampai pagi ini, verifikasi masih dilakukan. Sebelum semua selesai, upaya pemulangan mereka belum bisa dilakukan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Armanatha kepada para wartawan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016) seperti dikutip dari metrotvnews.com

Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher mengetahui keinginan yang sangat besar dari para calon jamaah haji untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Akan tetapi sangat disayangkan cara yang diambil oleh calhaj tersebut merupakan suatu kesalahan dan melanggar aturan.

Dia menyampaikan, tiap-tiap negara mempunyai batasan kuota haji untuk setiap warganya. Dengan kata lain warga negara lain tidak dapat ikut dalam rombongan negara lain pula.

“Ya istilahnya kuota haji nganggur kali ya mereka ikut ke sana, tapi mereka kan mengambil hak orang lain warga negara di sana, jadi nyerobot hak orang Filipina,” ujarnya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/8), seperti dilansir pada republika.co.id

Aher mengatakan akan segera melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap calon jamaah haji asal Jawa Barat yang di tahan oleh pihak Filipina dan nantinya akan dideportasi oleh Pemerintah Filipina. Dia menerangkan bahwa tindakan yang diambil oleh ke empat orang tersebut ilegal dan melanggar hukum.

“Kita akan koordinasi dengan Kemenlu ya. Kemudian kita akan melakukan pembinaan bahwa hukum internasional harus dihormati. Jangan dilanggar,” katanya

Namun hingga saat ini Aher belum mengetahui dari mana asal tempat tinggal mereka di Jawa Barat. Ia memberikan segala urusannya kepada Kemenlu untuk ditindak lanjuti.

Sebelumnya Mabes Polri telah mengeluarkan daftar calhaj dari Indonesia yang tertahan di keimigrasian Filipina. Dari sebanyak 177 jamaah yang ditahan, 4 di antaranya merupakan warga dari Jawa Barat.

Untuk saat ini, Kanwil Kemenag Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Kemenag pusat terkai calhaj tersebut.