Pelaku Kerusuhan Trisakti Mengaku Pernah jadi Relawan Jokowi


trisaktiSekitar kurang lebih 71 orang yang membuat kericuhan di Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat sekarang masih diamankan oleh Mapolda Metro Jaya. Salah seorang pelaku, Budi mengatakan hanya menerima perintah dan sebagai orang suruhan dalam kasus tersebut.

Ia menyampaikan para preman yang ikut dalam aksi tersebut dibayar sebesar  Rp150 ribu per orangnya

‎”Janjinya kami mau di kasih satus seket (Rp 150 ribu) per orang. Tapi itu belum kami terima. Yang ‎sudah dibayar baru uang transportasi untuk kami bersama sebesar Rp 1 juta,” kata Budi di Mapolda ‎Metro Jaya, Rabu (24/8/2016) seperti yang dilansir dari republika.co.id

Pria tersebut juga mengaku bahwa dirinya dulu merupakan relawan presiden RI, Joko Widodo pada  masa Pimilihan Umum Presiden (pilres) 2014 yang lalu.

‎”Saya juga punya kartu relawan Jokowi. Kartu itu saya dapatkan saat disuruh mengumpulkan para ‎relawan. Pokoknya, kalau mau tahu banyak, silakan cari saya di belakang gedung DPR/MPR,” ‎Lanjut Budi.‎

Kerusuhan massal yang terjadi di area kampus Universitas Trisakti, Rabu (24/8/2016) berlangsung menjelang dibukanya acara pelantikan pimpinan yang baru di kampus tersebut. Penyebab kerusuhan itu diduga adanya perselisihan antara rektor yang mau dilantik, Edi Suandi Hamid, dan Rektor yang lama, Thoby Mutis. Kampus Trisakti ini memang dipersengketakan antara pihak yayasan dan otorita‎s kampus

Sekitar pukul 03.00 WIB puluhan laki-laki yang merupakan preman menggunakan ID yayasan Trisakti datang ke kampus dan langsung masuk untuk menghentikan serta mengusir petugas yang mengamankan rektor lama hingga menimbulkan kericuhan.

Pada pukul 06.00 WIB, sejumlah anggota kepolisian Resor Metri Jakarta Barat dan TNI dari Komando Distrik Militer 0503 Jakarta Barat diturunkan untuk mengamankan kericuhan agar tidak berlanjut. Akan tetapi sekitar 2 jam kemudian situasi di kampus Trisakti semakin memanas. Gerombolan preman dari pihak Thoby memblokir semua akses pintu masuk ke Universitas Trisakti untuk menghambat rektor baru yang akan memasuki kawasan kampus.

Polisi juga ikut memediasi antara pihak yayasan dan otoritas Trisakti yang berseteru masalah otoritas kampus tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Metro jaya, Kombes Awi Setiono Rabu (24/8/2016) menyebutkan sekitar 300an personil polisi telah diterjunkan untuk melakukan pengamanan.

‎”Dilaksanakan mediasi antara pihak Yayasan dengan Otoritas yang didampingi dari pihak ‎Kepolisian,” sebut Awi, dikutip dari detik.com

‎”Dilanjutkan dengan aksi penolakan oleh pihak Otoritas dengan mendorong pintu gerbang sambil ‎orasi-orasi oleh Mahasiswa,” lanjut Awi.

Di lokasi tersebut pihak kepolisian melakukan pengamanan dan menemukan sebanyak 200 bambu runcing serta ‎pentungan di dalam sebuah mobil. Kemudian polisi juga memeriksa kampus itu dan telah mengamankan ‎beberapa orang. Ketika itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto juga datang ke lokasi kericuhan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaLulung Bongkar Bukti Jika Ahok Psikopat
Berita berikutnyaSetelah Hamili Gurunya, Remaja Ini Kini dapat Kompensasi Rp 79 Miliar