Turki Bergejolak Atas Pembunuhan Transgender dan Aktivis LGBTI


bir-haftadir-aranan-trans-kadin-hande-kader-in-8697193_x_3988_o

Turki dikenal sebagai salah satu negara yang sangat konservatif menanggapi isu LGBTI (lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks). Jika di beberapa negara lain warga biasa masih banyak yang ikut menunjukkan simpati terhadap kaum LGBTI, tidak demikian dengan di Turki. Bisa dibilang, hanya aktivis LGBTI saja yang secara terang-terangan maju dalam berbagai demo pro LGBTI.

Namun hal berbeda terjadi di Turki pekan ini. Tepatnya di kota Istanbul, terjadi demonstrasi besar-besaran yang tak hanya melibatkan kaum LGBTI tapi juga beberapa figur ternama. Demonstrasi ini dilakukan untuk menyuarakan ketidakadilan dalam kematian Hande Kader, salah seorang transgender asal Turki.

Davut Dengiler, yang merupakan teman satu flat Kader, menggambarkan Kader sebagai sosok yang sangat peduli terhadap sesama LGBTI. Ia tidak segan membela dan memperjuangkan hak kaum LGBTI yang secara umum tidak mendapatkan tempat layak di Turki.

“Hande adalah salah satu orang terbaik di dunia. Dia sangat tenang tapi juga hiperaktif. Dia selalu datang ke aksi-aksi LGBTI. Dia memperjuangkan isu yang menurutnya benar sampai akhir hayatnya,” ungkap Dengiler seperti dilansir bbc.com (21/08/2016).

Dengiler juga lah orang yang mengidentifikasi jenazah Kader pertama kali saat berada di kamar jenazah orang tanpa identitas di Istanbul.

“Saya bersiap untuk meninggalkan kamar jenazah, saya merasa ringan karena tak menemukan dia di sana. Pada menit-menit terakhir, seorang dokter di sana bilang, ‘Ada jenazah yang terbakar – lihat itu juga.’ Maka saya melihatnya. Saya memberitahu beberapa tanda-tanda yang saya ketahui. Lalu mereka melihat ke komputer, pada laporan. Dokter kemudian menaruh tangan di punggung saya dan menyampaikan rasa duka cita. Saya kehilangan kendali,” kata Dengiler.

Kader terlihat terakhir kali saat memasuki mobil kliennya pada malam sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan, yaitu dengan cara dibakar. Kematian Kader ini semakin mengukuhkan Turki sebagai negara sebagai tempat terjadinya pembunuhan individu trans terbanyak di Eropa, seperti data yang dikeluarkan oleh kelompok Transgender Europe.

Sosok Kader pertama kali dikenal publik ketika ia melawan para polisi yang menghalangi aksi LGBTI Pride di Lapangan Taksim di Istanbul pada 2015 lalu. Meski polisi sudah berusaha membubarkan para aktivis LGBTI dengan water cannon dan semprotan merica, Kader tetap maju dan menyuarakan haknya sebagai seorang transgender.

Menurut orang-orang terdekatnya, Kader selalu menjadi sosok terdepan yang akan berusaha mengusut dan mempertanyakan kematian individu trans di Turki. Ia selalu hadir dan menjadi barisan terdepan setiap ada demonstrasi.

Salah satu teman dekat Kader, Funda, mengatakan bahwa Kader memang bekerja sebagai pekerja s**s namun dia tidak pernah menikmati hal tersebut. Kader berusaha mencari pekerjaan yang layak namun hal tersebut sangat tidak memungkinkan bisa ditemukan di Turki pada saat ini.

“Dia tak suka pekerjaan ini,” ujar Funda.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaFoto Mesra “Syahrini” dengan Anggota DPR Sekaligus Artis Ini Bikin Heboh Netizen
Berita berikutnyaKisah Perjuangan Tutik Handayani, Penderita Facial Cleft dari Lumajang