Sempat Diusir di Balai Kota DKI Jakarta, Ini Komentar Sandiaga Uno


Sandi

Bakal Calon Gubernur usungan Partai Gerindra dalam Pilgub DKI Jakarta 2017, Sandiaga Salahuddin Uno, mengaku sempat diusir dari Ruangan Jakarta Smart City Lantai 3 Kantor Balai Kota, Jakarta Pusat ketika berkunjung untuk menemui Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, pada Jumat (12/8/2016) lalu.

Waktu itu, Sandiaga sebagai mantan Ketua Umum APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) sengaja mengunjungi Kantor Balai Kota dengan maksud melihat langsung aplikasi pemantau harga-harga yang terdapat di pasar tradisional di Jakarta yang telah dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rencananya, dalam kunjungannya tersebut Sandiaga hendak memberi masukan terkait aplikasi untuk melengkapi pemotongan rantai distribusi.

“Saya akan terus bekerja sama dengan yang di lantai 3, Jakarta Smart City, walaupun sempat diusir, saya akan datang lagi,” ujar Sandiaga di kawasan Jakarta Timur, Minggu (21/8/2016) pagi di pelataran parkir Masjid Raya Al-Azhar usai menjalankan nazar kedua yakni lari 10 KM di Jakarta Timur‎, dikutip dari kompas.com

Ia juga tidak mempermasalahkan pengusirannya tersebut. Menurutnya, ia akan memiliki kerja sama yang baik dengan para PNS DKI Jakarta apabila dirinya terpilih sebagai gubernur.

“Itu merupakan euforia dari stafnya Pak Gubernur (Ahok). Saya yakin ke depan kami akan lebih punya kolaborasi dengan baik,” ucapnya.

Sandiaga menambahkan, saat bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok tidak direncanakan sebelumnya. Bertemunya keduanya merupakan inisiatif dari Saefullah. Singkatnya waktu yang diberikan kepada Sandiaga untuk melihat ruangan Jakarta Smart City, tidak membuatnya berkecil hati. Bahkan, pria yang akrab di panggil Sandi ini berjanji untuk datang lagi suatu saat nanti.

Pertemuan antara Sandi dengan Ahok berlangsung selama 25 menit. Selama itu, Sandi menjelaskan, dirinya hanya berbicara selama 45 detik saja. Sedangkan sisanya didominasi oleh omongan Ahok. Petahana Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan panjang lebar tentang perubahan yang sudah ia capai selama periode 2 tahun terahir.

“Saya juga sempat mau menawarkan sebuah aplikasi khusus pemangkas rantai distribusi kebutuhan pokok untuk mengatasi masalah harganya fluktuatif, namun selalu di potong oleh beliau, ya sudah jangan diperpanjang lagi mengenai hal itu, kita hormati dan maklumi saja bila karakter beliau seperti itu,” Terang Sandi, dikutip dari beritasatu.com.

Terkait dengan pencalonannya dalam pilgub 2017 mendatang, Sandi mengaku dirinya bersedia untuk berdampingan dengan siapa pun yang akan menjadi pasangannya. Serta Sandi juga bersedia untuk mendampingi bagi siapa pun nama yang berkembang asalkan mengikuti mekanisme partai.

“Saya ingin mengedepankan demokrasi sejuk, berpikir positif dan optimis, bagaimana membangun Jakarta Baru tanpa air mata, tanpa duka, tanpa amarah. Kita bangun Jakarta yang bergerak cepat, berlari membenahi segala ketertinggalannya,” lanjut Sandi.

Selain nazarnya untuk berlari di lima kota administrasi di Indonesia, dirinya juga memiliki nazar lain, yaitu berenang di kabupaten Kepulauan Seribu. Menurutnya, berolah raga seperti itu terutama lari memiliki banyak manfaat dan bisa disadari oleh masyarakat.

“Manfaat lari itu ada empat, pertama: persiapan (dalam hidup juga harus selalu bersiap siaga), kedua team work (bukan superman tapi superteam), speed (Jakarta harus berlari untuk mengejar ketertinggalan dan makin berkembang), dan terakhir yakni napas panjang (kampanye ini nanti sampai Februari, membangun Jakarta tidak hanya untuk jangka pendek, tapi untuk jangka panjang),” jelas Sandi.

Sebelumnya, Sandi sempak mengajak Ahok untuk lari bersama ketika mendatangi Balai Kota untuk membicarakan mengenai revitalisasi pasar dan harga sembako. Namun, Ahok menolaknya.

“Saya ajak Pak Gubernur kemarin untuk berlari, tapi beliau belum bersedia untuk ikut, mungkin nanti filosofi lari ini bisa kita sama-sama hayati dan diikuti masyarakat Jakarta pada umumnya‎,” lanjut Sandi.

Sandi mengatakan, dirinya telah terbiasa melakukan lari pagi sejak lima belas tahun terakhir. Maksud kegiatannya lari pagi saat ini adalah untuk menyebarkan gaya hidup sehat yang murah dan mudah serta bisa dilakukan oleh semua usia.

“Cara saya mengerti apa yang masyarakat Jakarta inginkan adalah sapa, sosialisasi‎, dengar aspirasi dan harapan mereka tentang Jakarta ke depan. Dan, salah satu cara menyapa itu ya dengan berlari pagi seperti ini, warga yang kita temui sering kali menyampaikan uneg-uneg dan harapan mereka,” ‎ tambahnya.

Berdasarkan pengamatan Suara Pembaruan, usai memberikan pernyataan kepada pers, Sandi lantas membagikan susu kotak kepada puluhan anak-anak yang juga diajak lari pagi serta jamaah Masjid Raya Al-Azhar di pelataran parkir depan tempat ibadah yang bersampingan dengan Kantor Walikota Jakarta Timur itu.

“Ini sebagai wujud bahwa anak-anak kita harus diberikan nutrisi terbaik, agar kelak mereka menjadi generasi penerus bangsa ‎yang berkualitas dan dapat membawa kemajuan Indonesia dengan sistem pendidikan yang baik dan peran aktif dari orang tua untuk mendidik anak mereka,” pungkasnya.