Ini Komentar Pelompat galah Jepang Setelah Penisnya Dianggap Biang Kerok Kegagalannya


Japan's Hiroki Ogita competes in the Men's Pole Vault Qualifying Round during the athletics event at the Rio 2016 Olympic Games at the Olympic Stadium in Rio de Janeiro on August 13, 2016. / AFP PHOTO / FRANCK FIFE

SURATKABAR.ID Penampilan seluruh pemain Olimpiade Rio De Janeiro tak selamanya berjalan mulus. Seperti yang dialami oleh atlet lompat galah (pole vault) Jepang, Hiroki Ogita atas kejadian yang menimpanya mungkin tak akan dilupakan oleh Ogita.

Pada hari Selasa (16/8/2016) kemarin, Ogita menjalani tahap kualifikasi. Saat itu, dengan kepercayaan diri yang tinggi Ogita berusaha mencoba melompat dengan ketinggian 5,3 meter.

Ketika Ogita di atas melewati rintangan, tubuh bagian kaki Ogita sudah mulai menggetarkan bar. Akan tetapi, yang membuat bar tersebut terjatuh lebih tepatnya adalah alat vitalnya.

Ogita pun mengalami kegagalan pada ketinggian ini.

Tanpa pantang menyerah, Ogita kembali mencoba melompat dengan ketinggian 5,45 meter. Alhasil, Ogita berhasil dalam percobaan keduanya. Namun, hasil yang Ogita peroleh masih belum mencukupi untuk menempatkannya di urutan atas.

Akhirnya, Ogita gagal untuk mengikuti babak selanjutnya.

Dilansir dari jpnn.com, dalam Olimpiade bidang ini pada akhirnya dimenangkan oleh pelompat galah tuan rumah, Thiago Braz Da Silva, yang menghasilkan lompatan setinggi 6,03 meter dan mencapai rekor Olimpiade.

Disusul dengan medali perak yang diraih oleh pemain andalan Prancis, Renaud Lavillenie, yang berhasil melompat 5,98 meter. Kemudian untuk medali perunggu didapatkan oleh atlet Amerika Serikat, Sam Kendricks, dengan ketinggian lompat 5,85 meter.

Setelah ajang Olimpiade usai, Ogita menyampaikan keheranan dengan sejumlah laporan yang mengatakan penisnya telah menghambat prestasinya di Olimpiade internasional bergengsi itu.

Rekaman video pada saat Ogita bertanding dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru. Bahkan, sejumlah netizen beranggapan p***s Ogita yang menyebabkan jatuhnya palang tersebut.

“Saya tidak pernah mengira media asing akan menjatuhkan saya seperti ini,” tulis suitan atlet berumur 28 tahun itu, dikutip dari bbc.com.

Bahkan, Ogita merasa diejek dengan sejumlah pemberitaan media. “Lain masalah jika ini memang benar, tetapi saya harus mengakui diri saya sangat terpukul karena mereka melangkah begitu jauh sampai mengejek saya.” Kata Ogita.

Hirokiogita2

Salah seorang ahli lompat galah menjelaskan kepada BBC, masalah tersebut hanya lah sekedar perbedaan sudut gambar yang tidak menguntungkan Ogita.

Pelatih lompat galah Ogita yang sedang berada di Singapura, David Yeo, mengatakan Ogita telah gagal dalam Olimpiade ini. “Dia sudah menyentuh palang melintang,” ujarnya.

David juga mengungkapkan tentang kejelasan jatuhnya palang ketika Ogita melompat. “Palang melintang akan jatuh. Saya pikir hanya lipatan kain yang berada di tempat yang salah.” Ungkap David.