Inilah Sosok Mahasiswi UMS yang Juga Bergabung dengan ISIS


    150306040113_isis_640x360__nocredit

    Guna mendapatkan pendukung, melalui banyak afiliasi dan para ‘pionnya’ di berbagai negara, kelompok Islam radikal, ISIS, akan merekrut orang-orang di negara tersebut untuk bergabung dengan mereka.

    Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang menjadi sarana penyebaran paham radikal dan juga untuk merekrut para militan ISIS. Orang-orang yang diregkrut atau bergabung dengan kelompok ini berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari orang biasa, mahasiswa sampai dengan yang sudah bekerja di suatu instansi.

    Salah satunya perekrutan ISIS yang terbaru adalah terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang mahasiswi Fakultas Farmasi semester akhir di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bernama Siti Lestari.

    Wanita yang dikenal dengan sebutan Riri ini diperkirakan telah dibaiat dan bergabung dengan ISIS di Suriah setelah di awal taun 2014 lalu dia dilamar oleh seorang pria bernama Bahrun Naim.

    TAMBAHAN-FOTO-TENGAH-UMS-ISISWEB

    Naim yang datang ke tempat tinggal Riri di Dukung Cangkring, Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak tersebut sempat menemui orang tua gadis itu dan mengungkapkan keinginannya untuk mempersuntingnya. Sayangnya, keinginan Naim ditolak oleh keluarga Riri. Berselang beberapa waktu Riri tiba-tiba menghilang.

    “Adik saya dinikahi secara tidak sah karena tanpa restu orangtua. Mereka mengkafirkan kami termasuk kedua orangtua kami. Siapapun yang tidak masuk golongan kelompok Bahrun Naim dianggapnya Kafir,” jelas Sudharmono, kakak kedua Riri, seperti yang dikutip dari Sindonews (7/8/2016).

    Sejak menghilang di bulan Februari 2015 sampai sekarang, pihak keluarga Riri tidak pernah mengetahui kabar sampai keberadaan gadis itu. Namun, menurut beberapa teman satu kampusnya, mereka masih sempat berkomunikasi dengan Riri melalui media sosial.

    Teman-teman gadis muda yang merupakan anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Sugiran dan Surati ini mengatakan bahwa Riri sekarang ada di Suriah dan dalam keadaan sehat saja.

    image

    Riri juga mengatakan bahwa ada alasan lain kenapa tidak menghubungi orang tua atau keluarganya selama ini. Hal itu dikarenakan dia tidak ingin keluarganya merasa khawatir dan bersedih.

    “Beberapa hari ini teman-teman Riri di kampus menghubungi kami jika mereka sempat berkomunikasi dengan Riri melalui medsos. Riri posisinya ada di Suriah dan baik-baik saja. Riri juga mengirimkan foto, sekarang dia bercadar. Hal itu cukup membuat kami lega meski Riri tak menitip salam kepada kami,” lanjut Sudharmono.

    Walaupun mengetahui kondisi dan keberadaannya, namun pihak keluarga tetap ingin agar Riri dapat pulang dan jikapun nantinya akan ada sanksi atau hukuman, maka mereka akan menyerahkan kepada pihak berwajib dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

    “Kami berharap Riri bisa pulang. Kami juga minta Pemerintah (Densus 88) dapat sadarkan Riri supaya bertaubat,” kata Sudharmono.

    Di lain pihak, Kapolres Dema, AKBP Heru Sutopo menegaskan bahwa ISIS adalah kelompok radikal yang tidak sepatutnya diikuti. Dia juga mengatakan bahwa polisi, TNI dan segenap masyarakat, baik di Demak ataupun di seluruh Indonesia menolak berkembangnya gerakan ini.