Inilah Orang-Orang Yahudi Yang Konon Memiliki Jasa Dalam Kemerdekaan Bangsa Indonesia


berdarah-yahudi-bertanah-air-indonesia-pahlawan-keturunan-yahudi-1

Kata Yahudi menjadi salah satu hal yang kurang disenangi sebagian masyarakat Indonesia. Antara Yahudi, Israel dan Zionis dipandang sama dan dipukul rata. Dengan kesan semua orang keturunan Yahudi adalah Zionis Israel. Padahal kenyataannya tidak semua keturunan Yahudi adalah seorang penganut Zionisme.

Hal inilah yang membuay banyak keturunan Yahudi di Indonesia menutup rapat identitas mereka hingga saat ini. Padahal ternyata berdasar buku Yahudi in Indonesia, kemerdekaan bangsa ini ternyata tidak lepas dari beberapa tokoh keturunan Yahudi.

Yahudi sendiri diketahui telah masuk ke Indonesia sejak haman penjajahan. Setidaknya jejak mereka sudah ada mulai tahun 1920. Mereka biasanya menjadi pedagang atau pegawai pemerintahan.

Dan berikut beberapa keturunan Yahudi yang memiliki jasa dalam kemerdekaan Indonesia.

  1. Charles Mussry

Nama ini memang sudah cukup dikenal di Indonesia, setidaknya bagi kalangan historian atau dunia maya. Ia adalah seorang pengussaha bengkel dari Surabaya yang mendukung kemerdekaan Republik Indonesia. Beberapa media massa pernah menulis artikel tentang pejuang Yahudi tersebut. Charles meninak dengan orang Jawa dari Kota Madiun bernama Jujuk.

  1. Johanna Petronela Mossel

Johanna adalah seoranng wanita Indo Belanda keturunan Yahudi. Ia juga istri kedyuda dari Ernest Douwes Dekker. Johanna yang seorang guru di sekolah nasionalis ini diketahui juga seorang pejuang pergerakan nasionalis Indonesia.

Bahkan setelah Indonesia dinyatakan merdeka Johanna tetap mendukung Bangsa Indonesia, dan mengindahkan pernyataan militer Belanda saat itu yang mengecapnya sebagai seorang penghianat.

  1. John Cohen

Jejak Yahudi selanjutnya yag ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah John Cohen. Cohen adalah anggota Partai Komunis Australia yang bergabung dengan Divisi ke-7 tentara Australia. Mereka dikirim ke Balikpapan untuk melawan Jepang.
Menurut Anthony Reid, dalam Australia Soldiers in Asia Pasific in Worldwar II (1995), John Cohen adalah anggota Partai Komunis Australia yang ikut menyebarkan pamflet dari Australia. Pamflet itu dicetak oleh gerakan pro kemerdekaan Indonesia. Diantaranya orang-orang buangan dari Digoel yang dibawa tentara Belanda ke Australia.

Menurut Hasan Basry, dalam Kisah Gerilya Kalimantan (1962), pamflet-pamflet itu disebar sekelompok tentara Australia, sehingga seolah-olah tentara Australia secara keseluruhan mendukung kemerdekaan Indonesia. Padahal, pamflet itu dibuat orang Indonesia di Australia. Tentara-tentara Australia, yang berpangkat rendahan, umumnya bersikap baik pada orang-orang Indonesia yang baru saja menderita karena pendudukan Jepang.

John Cohen si Komunis Yahudi itu adalah salah satunya. Bersama kawan-kawan Tentara Australia-nya, Cohen menjalin kontak dengan pemuda pro Republik Indonesia. Ia juga mengusahakan senjata untuk mereka.

Cohen yang aktif itu lalu dimutasi ke Makassar sebelum 13 November 1945. Dia tidak menghadiri peristiwa di Karang Anyar, Balikpapan pada 13 November 1945. Di sana, orang-orang Balikpapan mendeklarasikan diri sebagai bagian dari Indonesia. Belasan tentara Australia jadi saksi, sekaligus kawan pelindung jika NICA Belanda membuat masalah.

  1. Herberth Feith

Yahudi lain yang heroik untuk masuk dan membantu Indonesia adalah Herbert Feith. Keluarganya harus mengungsi dari Eropa yang mulai dicaplok tentara Jerman di tahun 1939. Di Universitas Melbourne, Feith belajar ilmu politik. Setelah lulus sarjana, dia berangkat ke Indonesia.
Feith pun menjadi pegawai negeri sipil yang mengabdi pada pemerintah Indonesia untuk sementara waktu. Feith melihat betapa rumit dan tidak efektifnya birokrasi pemerintah Indonesia di tahun 1950an.

  1. Daniel Lev  

juga seperti Feith yang juga sarjana yang memiliki ketertarikan dengan Indonesia. Bersama istrinya, Dan, sapaan Daniel Lev, datang dengan kapal Denmark ke Indonesia. Mereka berlayar sekitar 28 hari. Dan mengadakan penelitian lalu kembali lagi ke Amerika. Namun, dia sering mengunjungi Indonesia dan akrab dengan beberapa intelektual Indonesia.
Dan punya perhatian pada masalah hukum dan hak azasi manusia (HAM) di Indonesia. Menurut tokoh hukum dan HAM Indonesia, Adnan Buyung Nasution, Dan ikut serta meletakkan dasar pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Indonesia. Dan sering membagikan ilmunya tentang demokrasi dan hak-hak asasi manusia. http://credit-n.ru/zaymyi-next.html