Waspada! Beredar Makanan Ringan ‘Tak Senonoh’ Seperti Ini, Baca dan Sebarkan


makanan-ringan_20160803_152415

Masyarakat perlu waspada, karena kini beredar makanan ringan dengan merk dagang yang tidak pantas dan mengandung hal yang asusila. Konon makanan ringan berbentuk mi remas ini beredar luas secara daring atau online.

Makanan bermerk Bihun KeKinian alias Bikini sekarang marak beredar. Selain merknya yang kurang pantas kemasan dan gambar makanan ringan tersebut juga sangat tidak cocok bagi anak-anak.

Dilansir dari Suara Surabaya, dengan tag line “remas aku” makanan ini dirasa sangat tidak tepat beredar di masyarakat oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jatim. Mereka sudah berkirim surat kepada YLKI Pusat di Jakarta agar melakukan protes kepada Kementerian Hukum dan HAM yang berhubungan dengan merk dan hal paten serta Dinas Perdagangan yang mengeluarka ijinnya.

Pihaknya meminta untuk segera menarik produk tersebut dari peredaran dan untuk penjualan lewat toko online juga segera dihentikan. Selain itu juga agar segera menegur dengan keras produsennya.

“Kita mendorong temen-temen yang ada di Jakarta dulu, jika reaksinya tidak mendapatkan respon yang positif, kita akan menggalang propinsi lain untuk mengirimkan surat kepada pemerintah propinsi, kota ataupun kabupaten. Peredaran camilan dengan merek bikini adalah hal yang tidak benar. Dan asosiasinya walaupun dari sisi faktual gambarnya tidak menggambarkan bikini, namun desainnya sudah menggambarkan bikini,” kata Said Sutomo Ketua YLKI Jatim, Rabu (03/08/2016).

Said Sutomo, mengimbau para konsumen untuk tidak membeli produk makanan tersebut karena dirasa tidak mendidik khususnya untuk kalangan anak-anak.

Said manyayangkan dengan kreatifitas yang dilakukan oleh produsennya. “Apakah tidak ada kreatifitas yang lebih bagus dari pada kreatifitas dengan membuat seperti itu, itulah yang dijadikan persoalannya,” tambahnya.

Sementara seperti diberitakan oleh Republika, Wakil Ketua Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto mengatakan bahwa makanan ringan Bikini sangat tidak tepat untuk anak-anak.

“Hal yang lebih parah, di gambar bungkus Bikini itu ada tulisan ‘remas’. Bisa dibilang makanan ringan Bikini bermuatan pornografi,” katanya, Rabu (03/08/2016).

Seharusnya, terang Susanto, produsen makanan ringan tersebut memilih kreasi bungkus makanan yang tak menimbulkan persepsi negatif. Dalam dunia bisnis, kreasi memang menentukan kesuksesan masa depan bisnis.

“Meski demikian, dalam kreasi bisnis harus memperhatikan etika perlindungan anak. Jangan hanya demi laku di pasaran lalu membuat nama yang kurang etis,” katanya.
Selain di Surabaya, beberapa daerah lain seperti Semarang dan Denpasar kini juga mulai mengawasi peredaran makanan ringan dengan bungkus berwarna kuning keemasan tersebut.