Ssst! Partai-Partai Ini Akan Bersatu Pasangkan Risma dan Sandiaga Uno untuk Jungkalkan Ahok


13682451_10201833105666780_845394827_o

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma bukan baru-baru ini saja disebut-sebut sebagai penantang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. Nama Risma sudah masuk bursa calon pemimpin Jakarta semenjak ebebrapa bulan lalu.

Nama yang telah pasti akan bertarung dan mendapat kepastian dukungan dari partai adalah Ahok dan Sandiaga Uno. Golkar, Hanuran dan Nasdem sama-sama mengusung Ahok, sementara itu Sandiaga Uno mendapat dukungan penuh dari Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Beberapa partai lainnya diketahui masih menjalani komunikasi politik sebelum mamastikan nama jagoan yang akan dipasang sebagai kandidat pemimpin warga Ibu Kota.

Nama Risma dihubung-hubungkan dengan PDIP, karena Wali Kota Surabaya tersebut adalah kader partai berlambang banteng mocong putih tersebut. Selain itu, hubungan kurang harmonis antara PDIP dan Ahok membuat wacana mengenai pengsungan Risma semkain kuat untuk menjungkalkan Ahok.

Disamping itu, Gerindra dan PKS juga sedang dikabarkan melakukan pendekatan secara serius dengan PDIP. Meski mereka telah memiliki calon, yakni Sandiaga Uno, kedua partai tersebut mengupayakan agar Sandiaga bisa dipasangkan dengan Risma.

Partai Amanat Nasional (PAN) juga memiliki kecenderungan untuk berada dibarisan yang berseberangan dengan Ahok. Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan sedang menjalin komunikasi dengan partai yang tidak mendukung mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Dilansir dari republika.co.id, PAN tengah memertimbangkan untuk ikut mendukung Sandiaga Uno bersama Gerindra dan PKS. Namun, menurut PAN, Sandiaga Uno harus dipasangkan dengan kekuatan calon lain untuk menjadi penantang tangguh.

Eddy menilai, menyandingkan Sandiaga dan Risma punya potensi besar untuk menjadi penantang yang sepadan untuk Ahok.

“Kita melihat potensi itu adalah kombinasi jadi penantang tangguh (Ahok),” tutur Eddy ketika dihubungi wartawan, Rabu (3/8/2016).

Meski demikian, Eddy menyatakan jika keputusan untuk mendukung calon manapun masih menunggu rapat internal dalam PAN. Satu hal yang hampir dipastikan adalah, PAN sedang berusaha mencari sosok yang bisa mengalahkan calon incumbent atau pejawat.

Dirinya juga menyatakan bahwa tidak akan mempermasalahkan jika nantinya PDIP akan mendukung Ahok.

“Kita hormati keputusan parpol lain untuk mengusung siapa pun itu, kita hormati, karena mereka memiliki pertimbangan sendiri, masing-masing berbeda. Tapi, dari awal PAN sudah mengatakan akan cari alternatif selain Ahok,” tegas Eddy.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaInilah Lawan Seimbang Buat Ahok Versi Mahfud MD
Berita berikutnyaSetahun Lebih di Kubur, Waluyo Balik Lagi ke Rumah