Seperti Ini Pandangan Paus Fransiskus Mengenai Islam dan Terorisme


pg-34-pope-getty

Banyaknya aksi kekerasan dan tindak terorisme yang dikait-kaitkan dengan Islam membuat sentimen negatif terhadap Islam di dunia barat semakin tinggi. Pandangan buruk mengenai Islam oleh umat non-muslim semakin hari semakin parah. Meski demikian, sebagai pemimpin Khatolik tertinggi, Paus Fransiskus punya pandangan tersendiri mengenai Islam.

Dilansir dari tempo.co, Paus Fransiskus menyatakan jika penyebab terorisme adalah ketidakadilan sosial dan pemahaman bahwa uang sudah dianggap sebagai Tuhan. Ia tidak sepakat dengan anggapan bahwa Islam diidentikan dengan segala aksi terorisme yang terjadi.

“Saya pikir tidak tepat mengidentifikasi Islam dengan kekerasan. Ini tidak tepat dan ini tidak benar,” kata Paus kepada jurnalis dalam pesawat yang membawanya pulang dari Polandia ke Roma, Senin (1/8/2016).

Paus menyatakan jika setiap agama punya kelompok-kelompok fundamentalis yang bersikap sangat keras. Ia menyatakan bahwa di agamanya juga memiliki kelompok sejenis itu. “Kami juga punya,” ujarnya merujuk pada agama Katolik.

Penyataan Paus tersebut terkait dengan peristiwa pembunuhan terhadap pastor Katolik Roma, Jaqcues Hamel, oleh dua pengikut kelompok teroris ISIS pada Selasa pagi (26/7/2016). Pada peristiwa tersebut, Pastur Hamel yang berusia 85 tahun tewas digorok oleh penyandera.

Seorang umat gereja tersebut menggambarkan pastor Hamel sebagai imam yang baik dan selalu bersedia melayani setiap permintaan doa umatnya. Pastor Hamel sebenarnya telah pensiun sebagai pastor sejak umur 75 tahun, namun karena masih ingin melayani umatnya, maka dia tetap berkarya di gereja tersebut.

Paus menjelaskan, terorisme tumbuh ketika tidak ada pilihan dan uang menjadi tuhan. “Ini yang pertama membentuk terorisme. Menentang kemanusiaan adalah dasar dari terorisme,” tutur Paus Fransiskus.

Islamphobia telah tumbuh subur di dunia barat. Dalam kurun beberapa bulan terakhir, serangan dan aksi terorisme yang mengatasnamakan dirinya sebagai bagian dari ISIS telah membuat warga Eropa semakin berburuk sangka terhadap Islam.

Pada tahun 2015, cnnindonesia.com melaporkan telah terjadi lebih dari 50 insiden anti-Muslim di Perancis paska insiden penyerangan kantor majalah mingguan satire Charlie Hebdo. Dilaporkan sebanyak 12 orang tewas dalam gempuran ke majalah yang dianggap telah melecehkan umat Islam tersebut.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPuluhan Pria di Iran Berhijab dan Unggah Fotonya di Media Sosial
Berita berikutnyaRio Haryanto Terlibat Senggolan di Lintasan dengan Rekan Se-Tim, Ini Komentar Bos Manor