Poso, Rententan Konflik yang Lahirkan Santoso dan Tibo


Poso adalah salah satu daerah di Indonesia yang sering mengalami konflik. Perseteruan yang berujung aksi anarkisme pada umumnya dipicu oleh kesalahpahaman antarwarga yang tidak mau saling mengerti. Berikut adalah laporan dari jurnalis senior Republika, Selamat Ginting mengenai betapa peliknya kasus Poso.

Pada tahun 1998 hingga 2001, Poso mencekam. Tercatat sebanyak lebih dari 60 ribu warga mengungsi dan lebih dari 600 rumah hangus terbakar. Begitupula dengan korban tewas yang sudah tak terhitung lagi jumlahnya.

Warga Poso hidup dengan kecemasan dan ketakutan. Warga Islam takut dihabisi warga Kristen. Begitupula sebaliknya, warga Kristen takut dihabisi warga Islam

Kecemasan dan ketakutan seperti itulah yang akhirnya membuat kedua belah pihak mengungsi semuanya. Ditambah lagi dengan isu SARA yang belum usai, warga Hindu pun merasa tidak aman karena berada dalam situasi tersebut.

Konflik bermula saat Ramadhan lalu. Seorang warga keturunan yang saat itu sedang mabuk tiba-tiba membacok seorang warga lain yang berbeda agama di masjid. Kejadian ini pun berbuntut panjang.

Saat pilkada Poso, konflik kembali terjadi. Beredarlah selebaran yang berisikan provokasi-provokasi yang dapat memecah kedua belah pihak. Akhirnya kedua provokator dan juga pemimpinnya tewas terbunuh.

Perselisihan dan perseteruan tidak berhenti sampai disitu saja. Bahkan, konflik semakin meluas. Tragedi saling lempar antarkampung yang berbeda agama pun juga tak dapat terhindarkan. Miris, kedua belah pihak yang masing-masing beragama ini justru saling serang dan saling b***h.

Jika sudah begitu, mayat-mayat korban konflik pun tergeletak dimana-mana. Entah di jalanan atau mengapung di sungai-sungai. Terhitung lebih dari ribuan warga dari keduanya yang menjadi korban dan saling menyerang.

Perkara siapa yang memulai hingga kini tidak jelas. Namun yang pasti, kedua belah pihak sama-sama terpancing emosi.

Pemerintah pun seakan tak berdaya menghadapi situasi tersebut. Seharusnya pemerintah menetapkan situasi saat itu sebagai darurat sipil. Namun, pemerintah tidak lekas melakukannya. Aparat yang berwajib pun tak dapat berbuat banyak. Bahkan, sejumlah aparat kepolisian turut menjadi korban. Peran negara pun dirasakan belum hadir dalam situasi tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menganggap pemerintah tak mampu menyelesaikan dan menanggulangi permasalahan yang ada di Poso. Selain itu, PBB juga menganggap pemerintah tak mampu melindungi rakyatnya sendiri.

Sampai kemudian muncul tokoh penting bagi umat Islam yaitu Santoso dan tokoh penting bagi umat Kristen yaitu Tibo.

Sudah saatnya kasus-kasus seperti ini tidak muncul kembali di tanah air tercinta ini. Lagipula, tidak ada alasan apapun yang dapat membenarkan perbuatan saling serang dan saling b***h. Damailah Indonesiaku!


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaMasih Ingat Boboho dan Rekannya Ini? Mengejutkan, Kondisi Mereka Sekarang Malah Seperti Ini
Berita berikutnyaPelecehan! Pokemon Ditemukan di Atas Kabah dan Tempat Suci Ini