Terungkap! Inilah Perang Terlama Rakyat Indonesia Melawan Penjajah, yang Tak Tercatat Dalam Sejarah


3140079958_p

Sebuah pertempuran besar antara Bangsa Indonesia dengan Penjajah Belanda ternyata luput dari catatan sejarah nasional. Padahal perang ini termasuk yang paling lama hingga mencapai 20 tahun.

Alkisah pertempuran tersebut terjadi di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Cirebon. Peperangan tersebut terjadi pada tahun 1753-1773, atau tujuh belas tahun sebelum pecahnya perang Diponegoro atau yang juga dikenal dengan perang Jawa.

Pertempuran dahsyat di Tanah Cirebon ini sendiri menurut Cropcircles Indonesia, diawali dari ketidaksetujuan rakyat atas pajak tinggi yang ditetapkan pemerintah kolonial Belanda saat itu.

Pergolakan melawan penjajahan Belanda tidak hanya terjadi di arus bawah, namun kaum santri dan bangsawan  juga mulai keluar ikut menentang Belanda. Gerakan ini  dipimpin oleh Pangeran Suryanegara, Putra Mahkota Sultan Kanoman IV yang menolak tunduk pada Belanda.

Ia bersama pendukungnya memutuskan untuk keluar dari keraton dan bergabung dengan rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda. Dengan bergabungnya sang pangeran, rakyat Cirebon pun semakin berkobar untuk berperang. Akhirnya perlawanan dan peperangan terjadi dimana-mana dan tak bisa lagi dihindari.

panji-perang-rakyat-cirebon

Saat itu menghadapi Pangeran Suryanegara dan rakyatnya, pasukan Belanda pun sempat terdesak. Mereka mengalami kekalahan yang besar. Bukan hanya kehilangan ribuan nyawa pasukannya, namun juga kerugian materi yang untuk era itu jumlahnya fantastis, 15.000 gulden.

Mulai putus asa menghadapi pasukan Cirebon, pimpinan Belanda di sana pun memutuskan untuk meminta bala bantuan. Mereka meminta tambahan pasukan dari koloni Portugis yang saat itu ada di wilayah Melaka.

Memenuhi permintaan pasukan Belanda di Cirebon, enam kapal Portugis yang mengangkut sebagian pasukan Belanda pun tiba di Pelabuhan Muara Jati, Cirebon. Kehadiran pasukan besar tersebut ternyata tidak membuat perlawanan rakyat bergeming. Malah sebaliknya, mereka semakin bersemangat untuk mengalahkan penjajah.

Pada akhirnya pertempuran besar-besaran pun terjadi di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan. Dalam pertempuran tersebut diperkirakan ribuan nyawa dari kedua belah pihak gugur di medan perang.

ki-bagus

Setelah dua puluh tahun menjalani perang tersebut, Belanda pun mulai memikirkan strategi baru. Mereka sadar berperang secara frontal tidak akan memberikan mereka kemenangan.

Berbagai cara mereka lakukan untuk bisa meruntuhkan semangat juang rakyat yang terus membara. Salah satunya adalah menangkap Pangeran Kanoman. Belanda sadar di bawah kepemimpinan sang pangeran, semangat perlawanan rakyat menjadi semakin berkobar.

Akhirnya dengan berbagai tipu daya liciknya, Belanda pun berhasil mengamankan sang pangeran. Bahkan Belanda menahannya di Batavia, bahkan membawanya ke Ambon untuk ditahan di Benteng Victoria.

Tak sampai disana upaya Belanda menggembosi kekuatan Pangeran Kanoman. Mereka juga mencabut hak dan gelar kebangsawanan pangeran Cirebon ini.

Setelah Pangeran Kanoman berhasil ditangkap, perlawanan rakyat sedikit demi sedikit mulai mengendur. Perlahan pasukan Belanda pun akhirnya bisa menguasai wilayah yang sebelumnya terus ‘panas’ ini.

Transkrip sejarah perang ini sendiri, tidak tercatat di sejarah nasional, melainkan didapat dari catatan seorang prajurit Belanda bernama Van der Kamp. Tulisan tangan asli Van der Kamp sendiri saat ini tersimpan rapi di Museum Nasional Belanda.

Sebenarnya perlawanan yang diberikan rakyat Cirebon dan Pangeran Suryanegara  saat itu bisa disamakan dengan sengitnya perlawanan Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol dan Cut Nyak Dien.

Karena itu sudah sepantasnya perang besar ini diketahui oleh generasi muda, dengan dicatat dalam perjalanan sejarah nasional Bangsa Indonesia, sebagai perang nasional, bukan sekedar perlawanan masyarakat lokal. http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaParah, TKW Ini Seenaknya Hina Cowok Tanah Air Lewat video
Berita berikutnyaKronologis Lengkap Kerusuhan Berujung Pembakaran Tempat Ibadah di Tanjung Balai