Ngeri! Inilah Isi Penjara ‘Horor’ di Quezon City Filipina


Inmates peek from their cell inside the

SURATKABAR.ID – Jika di saat meletusnya Perang Dunia II ada banyak camp-camp konsentrasi yang dibangun oleh Nazi untuk membunuh secara perlahan orang-orang Yahudi, seperti salah satunya adalah Auschwitz di Jerman, ternyata hal itu kurang lebih sama seperti yang terlihat di sebuah penjara di Quezon City, Manila, Filipina.

Memang perbedaannya adalah jika di camp-camp konsentrasi Nazi, para tahanan dibiarkan mati begitu saja tanpa makanan, air atau hal-hal mendasar lain yang dibutuhkan manusia, di penjara tersebut, orang-orang yang mendiami tempat itu masih mendapatkannya.

Namun dikatakan sama seperti camp-camp konsentrasi Nazi karena jumlah narapida yang dimasukkan di dalam Quezon City sangat banyak. Bahkan untuk tidur saja, mereka harus berbagi tempat dengan cara berhimpit-himpitan. Itupun jika dia menadapatkan sedikit ruang untuk tidur, apabila tidak, maka yang bersangkutan harus duduk atau memanfaatkan space kecil agar dapat memejamkan mata dengan posisi yang amat sangat tidak nyaman.

Menurut lansiran Mirror.co.uk (30/7/2016), penjara di Quezon City hingga kini sudah menampung sekitar lebih dari 3.500 orang, padahal menurut standar kelayakan bangunan tersebut hanya dapat dihuni oleh maksimal 800 orang saja.

36B80CA700000578-3715617-In_a_prison_built_for_600_men_around_3_800_prisoners_live_in_cra-a-124_1469859324672

Tidak hanya masalah keterbatasan tempat untuk tidur saja, para tahanan di tempat tersebut juga menggunakan satu ruangan yang difungsikan serba guna, seperti sebuah dapur yang juga digunakan untuk kamar mandi dan mencucui pakaian.

Keterbatasan ruangan tersebut membuat setiap sel yang semestinya hanya dapat dihuni oleh maksimal 20 orang saja, akhirnya diisi sekitar 160-200 tahanan dan mereka harus berbagi ruang secara adil.

Kengerian dan kemirisan yang dialami oleh para tahanan di Quezon City itu tidak berhenti di situ saja, semua tahanan hanya tidur beralaskan kertas koran atau apapun yang dapat dijadikan alas. Bahkan ada yang tidak memiliki apa-apa dan akhirnya tidur langsung di atas lantai tanpa alas.

Selain itu, dari sisi kesehatan, setiap harinya tahanan di Quezon City mendapatkan makanan yang jauh dari kata layak apalagi enak. Sering dijumpai dalam satu makanan ada barang-barang atau hewan lain, seperti potongan paku sampai dengan tubuh kecoak. Hanya itu saja? Tidak. Ventilasi yang berfungsi sebagai pengatur suhu dan tempat keluar masuknya udara juga sangat minim. Ditambah lagi dengan langkanya air bersih di dalam penjara. Dikarenakan hal itu, sering terjadi perselisihan antar-tahanan karena berebut, tempat tidur, makanan dan juga air.

“Selama hampir tujuh tahun, setiap waktu selama saya didalam penjara saya mempelajari kematian,” ujar salah seorang tahanan yang bernama Narag.

Narag berada di tempat tersebut pada saat masih berumur 20 tahun karena dia didakwa telah membunuh seorang pria. Atas tindakannya yang melanggar hukum itu, dia mendapatkan vonis 7 tahun kurungan dan ditempatkan di Quezon City yang sudah layak dinamakan ‘cuilan’ neraka di dunia.

36B81D4400000578-3715617-image-a-13_1469872253479

Bahkan, tidak hanya para tahanan yang sudah pasti mendapatkan vonis hukuman dari pengadilan saja yang berada di tempat tersebut, ada banyak juga tahanan-tahanan lain yang menunggu kasusnya diangkat dan kini harus mendekam di Quezon City.

Mungkin jika dibandingkan dengan lapas-lapas di Indonesia, maka apa yang dialami oleh para tahanan di Tanah Air ini sedikit lebih baik, bahkan ada yang dapat dikatakan lebih beruntung karena masih bisa menikmati kemewahan, keluar masuk penjara sampai dengan mengendalikan bisnis mereka di balik jeruji, jika mereka tersebut memiliki kedudukan atau uang yang banyak tentunya.

Walaupun begitu, tidak ada tempat yang indah dan nyaman dibandingkan dengan rumah sendiri. Baik itu di tahanan di Indonesia, di negara-negara Eropa apalagi di Quezon City, semuanya adalah kurungan yang memenjarakan fisik dan juga mental manusia.