Wow! Jenazah Freddy Budiman Disambut Ratusan Orang dan Teriakan Takbir


CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

Freddy Budiman, terpidana mati kasus penyelundupan narkoba telah dieksekusi Jumat (28/7/2016) dini hari di Nusakambangan, Jawa Tengah. Sesuai wasiatnya, dia lantas diberangkatkan ke Surabaya untuk di makamkan.

Dilansir dari jpnn.com, Teriakan Tahlil dan Takbir menyambut kedatangan jenazah gembong narkoba kelas kakap, Freddy Budiman, di Krembangan, Surabaya, Sabu (29/7/2016). Ratusan orang menyesaki kediaman keluarga Freddy hingga ambulance yang membawa jenazah gembong narkoba tersebut kesulitan untuk lewat.

Terlihat petugas Limnas dan anggota kepolisian turun untuk membantu menertibkan warga yang terus berdesakan untuk mendekat. Suasana bahkan semakin ricuh ketika peti mati diturunkan dan warga berebut untuk bisa memegang peti mati tersebut.

Sempat ada perdebetan kecil anatara keluarga dan warga serta awak media namun segera mereda.

Jenazah Freddy disemayamkan di rumah duka sekitar 20 menit. Selanjutnya keluarga dan sanak saudara beserta warga membawa jenazah ke masjid Nur-Rohmah yang jaraknya 200 meter dari rumah duka.

Setelah seleai disholatkan, teriakan takbir terdengar lagi mengiringi perjalanan menuju makam.

Freddy Budiman disemayamkan di TPU Kalianak (Mbah Ratu) tujuannya. Di sana, makam Freddy berada di Blok A. bergabung bersama sanak keluarga lainnya, termasuk kakak kandungnya bernama Chandra.

Freddy dikubur dengan cara ditumpuk di atas makam kakaknya karena minimnya lahan pemakaman di daerah tersebut.

Walau tergenang air, liang kubur tempat peristirahatan Freddy tetap digunakan. Isak tangis dari kakak pertama dan keduanya, Elok dan Eko terdengar pelan berbaur dengan teriakan tahlil dan takbir dari warga.

Freddy Budiman adalah gembong narkoba yang divonis mati pada tahun 2013 yang lalu. Dia terbukti bersalah dalam usaha menyelundupkan 1,4 juta pil ekstasi dari China.

Bahkan ketika mendekam di penjara, Freddy masih menjalankan jaringan peredaran narkoba.

“Aktiflah yang jelas. Dugaan kita begitu,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas)┬ádi kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/6/2016), dikutip dari liputan6.com.

Buwas mengetahui hal tersebut ketika pihak BNN membongkar penyelundupan sembilan pipa besi yang berisi 50 kg sabu-sabu kristal di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaNyata! Kakak Beradik Ini Perilakunya Benar-Benar Mirip Tarzan
Berita berikutnyaFreddy Budiman Sebut Telah Setor Uang Rp 90 Miliar ke Pejabat Polri, Ini Komentar Kapolri