Sampai Usia 19 Tahun, Gadis Ini Hidup di Dalam Baskom


    haruna

    Usia 19 tahun adalah saat-saat indah bagi seorang wanita karena merupakan masa transisi dari remaja menjadi dewasa. Sayangnya hal ini tidak dapat dirasakan oleh seorang gadis berusia 19 tahun asal Kano, Nigeria yang bernama Rahma Haruna.

    Mulai dari umur 6 bulan, pertumbuhan tangan dan kakinya terhenti hingga akhirnya Haruna terpaksa menghabiskan masa mudanya di dalam sebuah baskom plastik. Awalnya, Haruna lahir dengan sehat layaknya bayi pada umumnya. Namun hal tersebut berubah saat pada usia 6 bulan, ia mendadak kesulitan belajar duduk dan merangkak. Tangan dan kakinya tidak bisa berfungsi normal seperti bayi lainnya.

    Seperti dikutip dari dailymail.co.uk (20/07/2016), di usia 6 bulan Haruna mengalami demam tinggi yang disertai dengan rasa sakit di bagian perut. Setelah itu, rasa sakit pun mulai menyerang tangan dan kakinya hingga ia tidak bisa menggunakan dan menggerakkannya. Bahkan Haruna yang awalnya sudah bisa duduk, kesulitan untuk belajar merangkak karena rasa sakit yang terus mendera pada bagian tangan dan kakinya.

    “Semua berawal pada usia 6 tahun saat ia mulai belajar duduk. Dia jadi tidak bisa belajar merangkak,” ungkap Fadi, ibu Haruna.

    Keluarga Haruna berusaha memberikan segala yang terbaik untuk membuat Haruna bisa merasakan kehidupan normal seperti gadis pada umumnya. Salah satunya dengan meletakkan Haruna di dalam baskom plastik untuk mempermudah mengangkat dan memindahkannya saat bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya.

    Bahkan, adik kandung Haruna, Fahad, yang masih berusia 10 tahun juga ikut membantu merawatnya.

    “Saya membantu Haruna dengan berbagai cara, termasuk dengan memandikannya. Saya juga mengajaknya berjalan-jalan setiap hari,” kata Fahad.

    Meski kondisinya cukup memprihatinkan, namun Haruna sendiri merasa bersyukur karena keluarganya sangat perhatian dan selalu berusaha membuatnya bahagia.

    “Mereka banyak membantu saya dan memberikan semua yang saya butuhkan,” ujar Haruna.

    Keluarga Haruna sudah berusaha mencari cara menyembuhkan Haruna selama 15 tahun terakhir. Bahkan sang ayah, Hussaini, rela melakukan berbagai pekerjaan seperti bertani hingga bekerja di pasar untuk mengumpulkan biaya pengobatan Haruna. Sayangnya hingga saat ini belum ada cara yang bisa menyembuhkan Haruna, bahkan banyak yang menganggap kondisi Haruna disebabkan oleh pengaruh jin.

    Dari segi medis, kemungkinan besar Haruna mengidap phocomelia syndrome yang merupakan kondisi langka di mana terjadi kegagalan pertumbuhan salah satu atau beberapa organ tubuh. Selain kegagalan pertumbuhan tangan dan kaki seperti yang dialami Haruna, ada juga kegagalan pertumbuhan organ tubuh lain seperti wajah, telinga, dan hidung.

    Selain Haruna, ternyata ada beberapa orang lain yang juga mengidap penyakit serupa, seperti Nick Vujicic asal Australia yang kini sukses menjadi motivator, serta ada juga Tyo Satrio asal Indonesia.