Parah! Bukannya Berprestasi, Mantan Pemain Timnas Ini Justru Jadi Begal


Eks Pemain Timnas Jadi Begal

Salah satu mantan pesebakbola timnas U-17 (under 17) berinisial DE kini harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Pelaku dtangkap lantaran melakukan aksi pembegalan dengan menggunakan senjata api.

Dalam melakukan aksinya, pelaku DE tidak bekerja sendirian. Ia bekerja sama dengan kedua rekannya yang lain yaitu AS dan AI. Mereka dengan brutal merampok sepeda motor sepasang muda-mudi di kawasan Gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau pada (29/4/2016) seperti dilansir jawapos.com.

Dalam melakukan aksinya DE menggunakan senjata rakitan laras pendek. Ia juga tidak segan-segan untuk melukai korbannya. Randi Saputra (21), korban kekejamannya tersebut, mengalami luka dibagian paha kanan akibat tembakan yang dilepaskan pelaku.

Setelah melukai korbannya, ia membawa kabur sepeda motor Honda Beat berwarna biru putih milik korban.

Pelaku DE kini ditangkap oleh aparat kepolisian di rumahnya di Danau Bingkuang, Kampar, pada Rabu (13/7/2016) lalu. Pelaku ditangkap pada malam hari pukul 23.00 WIB dan tidak melakukan perlawanan.

Menurut Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Adi Wibowo mengatakan bahwa pelaku yang merupakan mantan pemain timnas U-17 era tahun 2007 ini berperan sebagai eksekutor curas di kota Pekanbaru.

“Saat menggrebek rumah tersangka kami menangkap tersangka dengan sepucuk senpi berikut sebutir amunisi aktif,” jelas Ady Wibowo pada Sabtu (16/7/2016).

Sementara itu, salah seorang rekannya yang lain ditangkap oleh pihak kepolisian tak lama kemudian. Pelaku AS ditangkap di kawasan Jalan Tambusai saat berkunjung ke Mal SKA Pekanbaru. Pelaku ditangkap bersama dengan barang bukti satu unit Honda Beat.
Rekannya yang lain berinisial IA kini sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak kepolisian.

Saat ditanya oleh pihak kepolisian mengenai aksi kriminalnya tersebut, tersangka DE mengaku bahwa ia nekat melakukan aksi kejahatan tersebut lantaran depresi.

“Saya melakukannya karena depresi orang tua saya cerai, baru kali ini saya lakukan hasilnya untuk foya-foya sama teman,” ungkap DE seperti dilansir jpnn.com.

Ia mengaku bahwa tindakan kejahatannya dipicu oleh salah satu rekannya yang juga merupakan napi suatu saat menitipkan senjata api kepadanya. Saat dititipi senpi tersebut, niat jahatnya tiba-tiba muncul. Kemudian, ia bersama rekannya yang lain melakukan kejahatan bersama-sama di Pekanbaru.

Atas perbuatannya tersebut, DE terancam dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun hukuman kurungan penjara. Sementara itu, rekannya yang lain berinisial AS terancam dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.