Sriwijaya FC dan Persib Ke Final Piala Presiden, Apakah Pertanda Final Di GBK?


siap-kembali-ke-sugbk_20120214_big__20120214044357_vino_cms_

Setelah Persib Bandung dan Sriwijaya FC memastikan tempat di partai puncak Piala Presiden apakah ini akan menjadikan SUGBK  tempat Final Piala Presiden 2015 18 Oktober 2015 nanti, ini kandidat laga final Piala Presiden.

Mahaka Sports and Entertainment masih melakukan pertimbangan tentang tempat pelaksanaan final Piala Presiden 2015. Sejauh ini, baru ada dua tempat yang menjadi pertimbangan, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta atau Stadion Kapten Dipta Gianyar di Bali.

CEO Mahaka Sports and Entertainment Hasani Abdulgani mengatakan, pihaknya sejak awal sudah menentukan GBK untuk laga final. Itu karena pihaknya ingin mengembalikan ruh sepakbola nasional. Bahkan, jika PERSIB lolos ke final, semua elemen sepakbola, tidak usah terus dihantui kehawatiran tentang tidak harmonisnya suporter PERSIB dan Persija.

Hasani menambahkan, saat final di GBK antara PERSIB kontra PSMS Medan tahun 1985 silam, sekitar 120 ribu orang memadati stadion dan saat itu tidak ada kerusuhan. Kondisi itu pun yang diharapkannya dapat kembali terulang pada final nanti, satu suara demi kebangkitan sepakbola Indonesia.

“Kenapa waktu itu enggak ribut? Kenapa hari ini kesannya kita ribut padahal abadnya sudah berganti, ini abad 21. Saya tidak habis pikir, 120 ribu di Stadion Senayan PERSIB lawan PSMS. Kenapa kita hari ini dihantui hal-hal (kekhawatiran rusuh) seperti itu. Berpikir positif saja,” kata Hasani di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (10/10/2015) malam.

Hasani mengatakan, jika terus dihantui oleh kehawatiran terus menerus, sepakbola Indonesia akan mengalami kemunduran. Pihaknya pun berjanji, akan mencoba mencari jalan lain supaya dapat meminimalisir kemungkinan gesekan antarsuporter. Ia pun berharap semua dapat berjalan lancar.

“Tidak ada satu pekerjaan yang tidak ada risiko. Cuma bagaimana kita meminimalisasi risiko itu. Tapi keputusan akhir tempat final akan digelar baru ditentukan pada Senin (12/10/2015). Kita dan kepolisian akan mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan keinginan klub yang tampil di partai final,” ucapnya.