Tentara AS Ditangkap Kasus Penyelundupan Senjata, Paspampres RI Terlibat?


Ilustrasi Senjata Ilegal

Seorang Tentara Amerika Serikat (US Army) Audi Sumilat, ditangkap lantaran menyelundupkan senjata ilegal untuk Pasukan Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden (Paspampres) RI. Sumilat pun telah mengakui perbuatannya tersebut. Saat ini ia sedang menjalani serangkaian pemeriksaan dan menjalani sidang dakwaan di pengadilan federal.

Berdasarkan persidangan di pengadilan federal pada Selasa (6/7/2016) lalu, Kantor Jaksa News Hampshire menyatakan bahwa kasus ini terjadi pada tahun 2015. Menurut asisten jaksa Bill Morse, sejumlah kasus penyelundupan senjata di News Hampshire dan negara bagian AS lainnya melibatkan pihak asing dari Ghana, Kanada, dan Meksiko.

Namun, kasus yang menjerat Sumilat inilah kasus pertama kali yang melibatkan negara lain.

“Ini adalah kasus pertama dan saya menyadari bahwa negara penerima yang menjadi tujuan perdagangan ini adalah perwakilan pemerintah negara lain,” katanya seperti dilansir jpnn.com.

Pihak yang berwenang menambahkan bahwa Sumilat terlibat dalam konspirasi pembelian senjata selundupan ini sebab Paspampres Indonesia secara resmi dan sah tidak dapat membeli senjata tersebut.

Sumilat menyebutkan bahwa ada tiga orang Paspampres yang terlibat dalam rencana pembelian senjata pada tahun 2014. Keterlibatan itu bermula ketika mereka sama-sama menjalani pelatihan di Fort Benning, Georgia. Sumilat membeli senjata tersebut di Texas, kemudian mengirimkannya ke New Hampshire.

Senjata kemudian dikirimkan ke Paspampres RI saat berkunjung ke Washington DC dan Majelis Umum PBB di New York. Disitulah senjata-senjata tersebut berhasil diselundupkan tentara AS.

Pada saat sidang federal digelar, Sumilat mengakui perbuatannya tersebut. Selain itu, ia mengakui bahwa ia telah membuat pernyataan palsu tentang ketentuan pembelian senjata.

Awalnya, Sumilat mengaku bahwa senjata tersebut hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, senjata tersebut malah diselundupkan keluar AS.

Untuk mendapatkan senjata secara legal dari AS memang cukup sulit. Dibutuhkan surat izin beserta rincian spesifikasinya untuk mendapatkannya.

Jaksa Penuntut di News Hampshire, Gray Rice menyatakan bahwa pihaknya akan mengajukan tuntutan yang seberat-beratnya. Hal ini dikarenakan senjata-senjata yang diselundupkan dapat disalah gunakan pada orang yang salah.

“Penyelundup senjata akan dituntut maksimal untuk melindungi orang yang tak berslah, baik warga Amerika atau pun orang asing dari tindak pidana penggunaan senjata buatan AS di luar negeri,”ujar Gray.

Atas perbuatannya tersebut, Sumilat dituntut hukuman penjara selama lima tahun dan denda USD 250 ribu atau setara denagn Rp 3,25 miliar. Sumilat sendiri akan menjalani sidang putusan pada Oktober 2016 mendatang.

Sedangkan mitra konspirasi Sumilat lain telah dijerat dan disidangkan pada 19 Juli nanti.

Saat ditanya mengenai penyelundupan senjata yang melibatkan Paspampres RI, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Brigadir Jenderal (Mar) Bambang Suswantono belum mengetahui lebih lanjut perihal tersebut.

“Saya belum tahu perkara itu,” ucapnya melalui pesan singkat seperti dilansir CNNIndonesia.com.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaApakah Rio Haryanto akan Membalap Semusim Penuh? Ini Jawabanya
Berita berikutnyaSeru! Gerindra Akan Usung Buwas untuk Melawan Ahok