Ngeri! Sopir Taksi Uber Todong Pistol dan Gunakan Lencana Palsu


Pistol yang Digunakan AS

Kasus penodongan dan penganiayaan di taksi kembali terjadi. Kali ini penodongan sekaligus penganiayaan telah dilakukan oleh seorang oknum sopir taksi Uber, AS (42) terhadap penumpangnya. Ia juga tak segan-segan mengancam para penumpangnya supaya mau mengikuti apa yang ia kehendaki.

AS dilaporkan oleh seorang penumpang Uber yang bernama Setiawati (25) lantaran diancam dengan pistol dan diturunkan di tengah jalan begitu saja. Setiawati tidak mau dibatalkan perjalanannya begitu saja lantaran ia sedang membawa ibunya yang sakit.

Kejadian bermula ketika pelapor dan rombongan yang saat itu order dari area Bekasi, menyanggupi tawaran dan bersedia mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Namun, setelah memasuki Jl Juanda, sopir taksi online ini memaksa untuk membatalkan perjalanan.

Perdebatan antara AS dan Setiawati pun terjadi. AS hendak membatalkan perjalanannya dengan alasan macet. Ia sempat menodongkan pistol kepada pelapor.

Saat ditanya mengenai keaslian pistol yang digunakan, Kabid Humas Polda Metro Kombes Awi Setiyono secara mengejutkan mengatakan bahwa pistol yang digunakan adalah pistol mainan.

“Pistolnya itu pistol mainan,” kata Kabid Humas Polda Metro Kombes Awi Setiyono seperti dilansir Kamis (7/7/2016).

Selain itu, AS juga diketahui memiliki lencana seperti yang digunakan aparat kepolisisan. Awi menegaskan bahwa lencana tersebut palsu.

0f6c7f8b-a869-43ee-a746-81ada8657e54_169

“Itu lencana yang dibeli di toko atribut itu. Palsu,” tegas Awi.
Selain pistol mainan dan lencana palsu kepolisian, AS juga diketui memiliki kartu identitas KBRI Kuala Lumpur. Namun Awi mengatakan bahwa AS memang pernah bekerja disana.

“Sekarang sudah tidak lagi. Dia pernah kerja di sana. Makanya punya kartu,” ujar Awi.

0ca9532f-028a-4de6-a719-880e14ee91c1_169

Secara mengejutkan, ternyata AS juga menampar korban sebanyak dua kali.

“Dia juga menampar 2 kali,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono.

Mendengar insiden ini, pihak Uber pun telah menghubungi pelapor untuk memastikan keadaan dan mengetahui lebih lanjut.

“Kami telah menghubungi pengguna untuk mengetahui informasi lebih lanjut dan menyampaikan simpati kami. Kami konfirmasikan bahwa pengemudi yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari platform Uber, segera setelah kami mengetahui tentang insiden tersebut,” tulis juru bicara Uber Indonesia melalui surat elektronik seperti dilansir viva.co.id.

Pihak Uber sendiri memastikan bahwa pengemudi tersebut telah dinonaktifkan.

“Kami konfirmasikan bahwa pengemudi yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari platform Uber segera setelah kami mengetahui tentang insiden tersebut,” ujar Dian Safitri, Head of Communications Uber Indonesia dalam pernyataanya, pada Rabu (6/7/2016).

Pihak Uber juga menambahkan bahwa pihaknya akan membantu pihak kepolisian jika memang diperlukan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWah kini ISIS Harus Waspada, Karena Ada Hulk Yang Sedang Mengincar Mereka
Berita berikutnyaKetua KPU Husni Kamil Manik Meninggal, di Medsos Banjir Bully