Pak Ahok, Kenapa Pas Lebaran Gini Sih?


331244_penertiban-gerobak-pkl-oleh-satpol-pp_663_382

Lebaran seharusnya menjadi momen yang membahagiakan, namun tidak bagi pasangan Sutisna dan Siti Aminah. Keluarga ini harus bersedih setelah mengetahui gerobak penyambung hidup ternyata telah hilang digondol petugas Satpol PP dan Dinas Kebersihan dari Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

”Pak Ahok, kenapa pas Lebaran gini sih. Ntar aja kek. Sekarang saya enggak tahu gimana Lebaran, ” keluh Siti Aminah di Jakarta, Rabu (6/7/2016), dikutip dari republika.co.id.

Mimin, sapaan akrab Siti Aminah, mengaku bahwa gerobak tersebut berisi barang dagangannya yang rencananya akan dijual ketika lebaran. Di dalamnya terdapat 50 ketupat, aqua, teh botol, wadah air panas, dan kompor gas.

”Padahal gerobaknya itu saya taruh di belakang pos. Enggak kelihatan dan enggak kena jalanan, kok! ” kata Sutisna.

Sutisna mengaku jika dirinya bedagang setelah tidak memiliki gaji tetap. Sebelumnya dia bekerja sebagai petugas kebersihan di Taman Ampi Pulomas, namun sejak Januari yang lalu telah berhenti.

”Walau tidak lagi digaji, saya tetap membersihkan jalan dan taman kok. Saya ikhlas. Tapi kenapa gerobak saya harus mereka ambil?” kata pria berusia 64 tahun ini.

Sutisna tidak mengerti persis tentang siapa yang mengambil gerobaknya, dia hanya mendengar informasi bahwa pada Rabu dini hari atau malam takbiran ada Pasukan Oranye. Pasukan itu terdiri dari petugas dinas kebersihan dan Satpol PP dari Kecamatan Pulogadung.

”Semalam saya memang sempat mendengar ada yang berisik. Itu petugas yang lagi melakukan razia pakai baju oranye,” kata Zurni Nazir, seorang ibu warga Pulomas yang mengetahui kejadian tersebut pada pada Rabu, sekitar pukul 02.00 WIB.

Mimin menjelaskan bahwa gerobak yang bernilai Rp. 1,5 juta adalah sumber penghidupannya. Dia juga menjelaskan bahwa gerobak tersebut adalah hasil kedermawanan warga sekitar setelah melihat keadaan ekonominya.

”Gerobak itu untuk makan saya dan anak cucu. Tolonglah, Pak, ” sambung Mimin.

Mimin mengaku jia selain berjualan, dirinya juga mencari tambahan uang dengan menjadi pembantu.

”Alhamdulillah dagangannya bisa kasih saya tambahan. Sehari rata-rata bisa dapat Rp100 ribu-200 ribu. Tapi kenapa harus Lebaran ini diambil gerobaknya,” kata Mimin.

Dia kemudian memohon kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk membantunya mengembalikan gerobak sumber penghasilannya.

”Pak Ahok, tolonglah saya. Tolong, soalnya saya hidup hanya dari dagangan itu. Saya tetap menyapu tapi enggak digaji. Tolonglah, Pak!” sambungnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIni Komentar Jonan Mengenai Kabar Belasan Pemudik Tewas Karena Kelelahan Hadapi Macet
Berita berikutnyaLebaran Malah Tiduri Istri Orang, Rifki Babak Belur Dihajar Warga