Tinggalkan Keluarga untuk Jadi Teroris. Anak Istrinya Hidup Dari Santunan Warga


Foto KTP Nur Rohman

Bom b***h diri yang terjadi di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Surakarta pada Selasa (5/7/2016) lalu mengejutkan banyak pihak. Apalagi, bom b***h diri ini terjadi pada H-1 hari raya Idul Fitri. Tragedi terjadinya bom b***h diri ini juga mengejutkan pihak kepolisian yang saat itu merasa kecolongan.

Kapolri menyebutkan bahwa terduga tunggal pelaku bom diri di Mapolresta Surakarta diketahui bernama Nur Rohman. Pria berusia 30 tahun ini tercatat sebagai warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta.

Mirisnya, sudah hampir setahun Nur Rohman meninggalkan istri beserta kedua anaknya. Semenjak Nur pergi, keluarganya menjadi tak terurus karena ia meninggalkan keluarga untuk prinsip yang dipegangnya tersebut.

Nur Rohman beserta istri diketahui tinggal di kampung Sangkrah, Surakarta semenjak menikah. Orang tuanya telah meninggal namun istri dan kedua anaknya masih menempati rumah tersebut.

bom-b***h-diri

Nur Rohman memutuskan untuk meninggalkan keluarganya pada Agustus 2015 lalu. Saat itu, ia mengaku akan bekerja di Kalimantan. Namun sebenarnya ia menghindari penangkapan dirinya setelah teman-temannya ditangkap oleh Densus 88/anti teror terkait dugaan bahan peledak dan perencanaan melakukan kekerasan.

Jejak Nur Rohman sebenarnya sudah lama terendus oleh pihak kepolisian. Ia pernah lolos dari sebuah penggerebekan di Bekasi. Saat itu ia lari dengan membawa tiga buah bom rakitan. Diketahui Nur tergabung dalam kelompok Bekasi yang dipimpin oleh Arif Hidayatulloh alias Abu Musab.

Tidak hanya itu saja. Nur Rohman juga disebut-sebut terlibat dalam bom Thamrin. Bahkan, terakhir kali jejaknya tercium sedang berada di Jawa Timur Juni lalu. Ia juga merupakan nama yang disebut-sebut akan ditangkap pada operasi penggerebekan di Surabaya tersebut.

Semenjak menikah keluarga Nur memang tinggal di kampung padat penduduk tersebut. Pasca Nur pergi meninggalkan keluarganya, kondisi anak dan istrinya cukup memprihatinkan. Siti Aminah, istrinya, harus menghidupi sendiri kedua anaknya yang masih kecil. Apalagi, Aminah tidak mempunyai pekerjaan tetap dan berasal dari Jawa Barat sehingga tidak ada satu pun kerabat disini yang dapat membantunya.

“Sebetulnya yang sering menjadi perhatian warga di sini adalah kondisi anak istrinya setelah ditinggal lari. Kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Asmuni, tetangga dekat Nur Rohman, Selasa (5/7/2016) seperti dikutip detik.com.

benarkan-bom-di-mapolres-solo-mabes-polri-sebut-low-explosive

Hal senada juga diungkapkan oleh Wilarno. Kondisi Aminah dan keduanya sangat membutuhkan pertolongan. Ditambah lagi anaknya kini akan memasuki Taman Kanak-Kanak (TK) sehingga membutuhkan banyak biaya.

“Selama ini kami himbau warga untuk sering menyantuni anak-anak dan istri Nur. Kami beri kesadaran bahwa sebaiknya kita menolong atas dasar kemanusiaan, jangan melihat latar belakang riwayat perilaku bapaknya,” kata Wilarno.

Wilarno menambahkan bahwa warga kampung disini memiliki tingkat kerukunan dan kepedulian yang tinggi. Mereka dengan sukarela menyantuni Aminah beserta anak-anaknya.

Bukan hanya itu saja, pihak keluarga Nur Rohman juga sejak dua bulan terakhir menemani Aminah. Kakak kandungnya, Mul Purwanto mengatakan bahwa sudah dua bulan ini istri dan anak-anaknya diboyong ke rumah orang tuanya di Sangkrah tersebut untuk menemani Aminah.

“Semula saya dan keluarga saya tinggal di Mojosongo. Namun sudah dua bulan ini kami tinggal serumah dengan anak istri Nur Rohman di sini. Pertimbangannya karena ini rumah keluarga dan Aminah serta anak-anaknya hidup sendirian tanpa teman. Apalagi Aminah kan orang Jawa Barat, tidak punya kerabat di sini,” ujar Yayuk, istri Mul Purwanto.

Yayuk mengakui bahwa Nur Rohman memiliki pendirian dan pola pikir yang beda dari yang lain. Akan tetapi, keluarganya tidak berani menegurnya. Ia menambahkan bahwa fokus keluarga saat ini adalah Aminah dan kedua anaknya.

“Dulu Nur Rohman sempat bekerja jualan bakso ojek keliling. Pernah juga sebagai tukang parkir. Namun setelah mengikuti pemikiran keras itu dia lalu tidak bekerja tetap bahkan kemudian menghilang lama, hingga sekarang ada kabar seperti ini,” pungkasnya.