Anggota DPR Ditahan KPK Setelah Lakukan Ini Pada Istrinya. Karma?


    Putu Leong ditangkap KPK

    Apa yang ditabur itulah yang dituai. Pepatah tersebut sepertinya kini sedang dialami dan terjadi oleh Putu ‘Leong’ Sudiartana, anggota Komisi III DPR RI. Anggota DPR RI yang akrab disapa dengan Putu Leong ini ditangkap KPK dan ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (30/6/2016) atas kasus dugaan suap proyek rencana pembangunan 12 ruas jalan di Sumatra Barat.

    Tak tanggung-tanggung, kerugian negara akibat korupsi tersebut mencapai angka fantastis yakni Rp 300 miliar. Putu Leong pun kemudian digelandang ke KPK untuk menjalani serangkaian proses penyidikan lebih lanjut.

    Perjalanan kehidupan Putu Leong dari miskin hingga menjadi kaya meninggalkan sepenggal kisah kasih di dalamnya. Sebelum menjadi anggota DPR, Putu Leong adalah seorang tukang tambang pasir yang miskin dengan hidup yang serba sederhana. Hingga suatu saat perjuangannya membawanya pada kehidupan yang sekarang.

    Gelimang harta dan kehausan akan kekuasaan lantas membuatnya buta. Setelah terpilih menjadi anggota dewan, ia memutuskan untuk menikah lagi dengan Evi Syamsiah. Pernikahannya dengan istri keduanya ini tak lantas meninggalkan sejumlah masalah.

    Hingga berita ini diturunkan, tak ada yang tahu persis di mana pernikahan Putu Leong dan Evi diselenggarakan. Menurut penuturan seorang warga yang tak mau disebutkan namanya, Leong kala itu meminta untuk memasukkan nama istri keduanya dalam Kartu Keluarga (KK) sebelum melangsungkan pernikahannya.

    “Ujug-ujug, dia pulang dari Jakarta saat baru menjadi anggota DPR, meminta kelian dinas agar istri keduanya dimasukkan dalam kartu keluarga (KK). Tapi warga tidak setuju karena dia menikah tidak sesuai adat istiadat setempat, yang dianggap berakibat membuat leteh (kotor) bagi lingkungan desa,” ungkapnya seperti dilansir tribunnews.com.

    Sejak saat itu, Putu Leong tidak diperbolehkan untuk masuk ke tempat suci dan diminta untuk menikah dengan tata cara adat istiadat setempat. Menurutnya, akhirnya pernikahan diselenggarakan dengan tata cara istiadat setempat dengan disetuhui oleh istri pertamanya yang mungkin menahan rasa kecewa.

    Dari pernikahan dengan istri pertamanya, Ni Ketut Ayu Wintariani mereka dikaruniai seorang anak yang kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Udayana, Bali. Sedangkan pernikahannya dengan istri keduanya, Evi, Leong dikaruniai dua orang anak.

    Pernikahan kedua Putu Leong ini mendapatkan sejumlah reaksi dari berbagai pihak. Putu Leong dinilai telah berbuat leteh (kotor) di Desa Bongkasan Pertiwi lantaran menikah siri atau tidak menikah sesuai dengan agama Hindu di Bali.

    Masyarakat dan prajuru adat pun sempat beramai-ramai mendatangi kediaman Putu Leong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
    Atas kasus yang menjeratnya saat ini, warga desa pun berpendapat bahwa polisitisi Partai Demokrat ini sudah terkena Karma Phala.
    Bak kacang yang lupa akan kulitnya, anggota komisi III DPR RI ini dianggap telah ‘mengkhianati’ ketulusan istri pertamanya.

    “Dia lupa, waktu susah jadi tukang cari pasir di sungai, istri pertamanya selalu ada buat dia. Tidak pernah mengeluhkan kemiskinannya. Tapi setelah sukses, dia lupa sejarah. Istri pertamanya seperti dilupakan,” ujar seorang warga yang tak mau dituliskan namanya.