Dua Kelompok Bentrok, Masjid Dirusak dan Puluhan Muslim Terpaksa Mengungsi


    36167_54531_Muslim Myanmar 2

    Konflik antar umat beragama kembali membara di Myanmar. Dua kelompok yang saling berseberangan terlibat bentrok di Thuye Tha Mein, Provinsi Bago, Kamis (23/6/2016). Perselisihan tersebut bermula dari perbedaan pandangan mengenai pembangunan sekolah Islam.

    Dilaporkan oleh jawapos.com, dalam insiden mengerikan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa, akan tetapi sebuah masjid di kawasan itu rusak parah.

    ’Sejumlah warga Buddha merusak masjid dan membuat penduduk muslim di sana ketakutan,’’ kata seorang pejabat polisi setempat kemarin (24/6/2016).

    Bahakn beberapa warga muslim beserta keluarganya terpaksa mengamankan diri mereka dengan cara berlindung di kantor polisi setempat. Banyak diantaranya perempuan dan anak-anak menginap di tempat tersebut untuk menjaga keselamatan diri mereka.

    ’’Semua berawal dari perdebatan dua warga yang kebetulan beragama Islam dan Buddha. Pria muslim dan perempuan Buddha itu akhirnya terlibat adu mulut. Warga lantas berdatangan untuk membela si perempuan,’’ terang Hla Tint, pejabat setempat.

    Warga yang melihat perdebatan tersebut lantas terlibat aksi saling pukul dan berbalas serang. Berselang beberapa saat, datang sekitar 200 orang ke kawasan tersebut dan langsung menuju masjid. Tanpa ada yang bisa melawan, segerombolan orang tersbut kemudian merusak masjid.

    ’’Sebagian masjid rusak parah. Massa juga merusak pagar di makam muslim yang terletak tidak jauh dari masjid,’’ lanjut Hla Tint kepada media.

    Kepolisan setemapt menyatakan jika ada sekitar 70 orang yang masih berlindung di kantor polisi setempat, sementara lebih dari 150 orang masih dalam kondisi ketakutan akan serangan lanjutan.

    ’’Kami harus bersembunyi karena ada ancaman untuk membunuh muslim. Saya belum pernah mengalami ketakutan yang seperti ini,’’ ungkap Tin Shwe Oo, seorang yang berlindung di kantor polisi.

    Masjid yang dirusak telah diperiksa oleh polisi dan disegel untuk keperluan investigasi lebih lanjut. Dari hasil penelusuran, kuat dugaan massa yang merusak masjid itu berasal dari Thayethamin, sebuah desa yang mayoritas penduduknya beragama Buddha. Meski demikian, belum ada satupun pelaku yang ditangkap oleh pihak kepolisian.

    ’’Semua sudah terkendali. Tapi, kami memang belum menetapkan tersangka,’’ ujar Kolonel Zaw Khin Aung, jubir Kepolisian Nasional Myanmar.

    Aparat setempat menghimbau agar warga menjaga siatuasi agar terus terkendali hingga konflik tidak semakin meluas.