Geng Motor…. Riwayat Mu Kini


3479_detail

Mendengar kata geng motor, pasti yang melintas di pikiran kita adalah kriminalitas jalanan yang dilakukan secara kolektif. Tidak salah memang, namun ‘teror’ berandalan jalanan tersebut bisa jadi akan segera tamat setelah sebuah peristiwa memilukan yang terjadi di Jalan Rajawali, Kota Bandung, Minggu (0/06/2016) lalu.

Konon berdasar dari berbagai sumber, merunut dari sejarahnya, istilah geng motor lahir di Kota Bandung pada 1978 yang lalu. Tentu ‘geng motor’ dahulu tidak sama seperti saat ini, banyak yang menyatakan Moonraker merupakan ruh dari perkembangan geng motor, khususnya di Kota Bandung.

Berawal dari kecintaan tujuh pemuda yang doyan balap pada masa itu, hingga saat ini Moonraker memang menjadi salah satu perkumpulan (kalau tidak disebut geng) yang memiliki kepengurusan tersolid. Mereka memiliki berbagai divisi, mulai balap hingga kegiatan sosial.

Selain Moonraker, di Bandung sendiri ada beberapa geng motor besar seperti XTC dan Brigez. Selain mungkin ada nama-nama lain yang terus berkembang.

Awalnya memang geng motor (mungkin hingga kini) muncul hanya dari kumpulan anak muda yang suka ngebut dan adu balap. Namun lama kelamaan perkumpulan ini berkembang, dan sering terjadi persaingan diantara geng motor tersebut.

Persaingan bukan lagi hanya ‘adu balap’ melainkan berkembang ke adu fisik yang tidak jarang menimbulkan korban, bahkan hingga mengorbankan nyawa.

Geng motor sendiri semakin tidak jelas hingga kearah sini. Persaingan dan pertumpahan darah tidak hanya terjadi pada sesama geng, namun berkembang kepada masyarakat umum. Bukan suatu yang aneh jika kita beberapa waktu terakhir mendengar berita, geng motor pukul pengendara lain, atau bahkan yang ekstreme geng motor pernah juga disinyalir melakukan perampokan pada sebuah mini market.

Hingga puncaknya terjadi pada Minggu (05/06/2016), seorang anggota Kopassus (salah satu pasukan paling spesial TNI) harus tewas meregang nyawa karena tewas dikeroyok anggota geng motor di Jalan Rajawali, Bandung, Jawa Barat.

Galang nama sang anggota Kopassus nahas tersebut saat ini baru saja bertemu seorang temannya yang anggota klub sepeda motor, di jalan Asia Afrika, Bandung. Namun saat ia hendak kembali kea rah Cimahi dia dicegat gerombolan bermotor, dan lantas menusuk tubuhnya dengan pisau.
Mendiang Galang sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan lantaran luka serius.

Kematian Galang ini seperti menjadi momentum bagi aparat keamanan untuk ‘memukul balik’ geng motor. Pangdam III Siliwangi, Mayjend TNI Hadi Prasojo, menyatakan akan terus melakukan perburuan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian almarhum Galang.

“Akan Saya kejar. Tetap akan saya kejar!” kata Hadi di Bandung, Selasa (14/06/2016), seperti dikutip dari Merdeka.

tni vs geng motor bandung

Hadi menyatakan terus menggandeng polisi buat memburu pelaku diperkirakan mencapai 20 orang.

“Pokoknya saya akan cari terus. Hukum harus ditegakkan, itu saja. Apapun, hukum harus ditegakkan. Tapi tetap kasus pada kepolisian,” ujar Hadi.

Saking geramnya Hadi, Jenderal TNI dengan dua bintang di pundak tersebut memerintahkan pada seluruh anggotanya di Jawa barat untuk mengambil tindakan tegas bila bertemu pelaku geng motor yang selama ini sudah ‘meneror’ masyarakat.

“Terutama pada begal-begal. Kalau malam begal-begal ini melawan akan kita sikat. Dalam artian kita tembak atau lumpuhkan. Tapi bukan kepala, melainkan kaki atau badan ya,” kata Hadi.

Dia mengaku, tidak mau kembali kecolongan insiden berdarah yang menimpa anggotanya tersebut. Sehingga kehadiran TNI ini bisa dirasakan masyarakat menciptakan situasi yang kondusif.

“Saya enggak mau kecolongan yang kedua. Karena sudah banyak anggota saya ini dibegal. Tapi kita tetap kerja sama dengan kepolisian. Patroli-patroli selama ini sama polisi. Karena di depan tetap polisi,” ungkapnya.

tni-amankan-25-pemuda-diduga-geng-motor-di-bandung

Dia mengakui, Bandung sebagai ibu kota Jabar saat ini terbilang rawan dengan keberadaan geng motor. Pihaknya tidak ingin pandangan minor menghinggapi Kota Bandung.

“Begal-begal itu dan Bandung memang rawan. Tapi sekarang sudah relatif aman. Kemarin sama polisi 125 sepeda motor (dirazia). Jadi Kota Bandung-kan kota wisata harus aman. Kalau enggak aman orang kabur. Bandung-nya rugi,” ungkapnya.

Apa yang disampaikan Pangdam Siliwangi ini langsung dijalankan anggotanya di lapangan. Sejak Jumat kemarin, Kodim 0618 bersama dengan Pomdam III Siliwangi melakukan operasi pengamanan di Kota Bandung. Dalam operasi yang dilakukan Sabtu (18/06/2016) itu diamankan 25 pemuda yang diduga geng motor.

Kini aparat TNI yang sedang terus  patroli mengamankan sekelompok anak muda kurang lebih 25 orang di Jalan Pajajaran Kota Bandung. Diduga mereka tergabung dalam kelompok motor yang diketuai Asep Suhendar.

Dari giat patroli tersebut diamankan 25 orang dan satu orang di antaranya kedapatan membawa senpi jenis pistol soft gun berisi peluru gotri 4 buah, 1 HP dan Radio HT merek Alinco dari yang bernama Deni Suhendar.

Anggota TNI segera mendata para pemuda yang diduga geng motor itu. Setelah itu mereka diserahkan ke kantor polisi berikut barang buktinya.

“Menyerahkan barbuk dan personel kelompok motor tersebut ke Polsek Cicendo,” ujar personel TNI.

Pihak TNI tampaknya akan terus memburu geng motor, dan seperti mengambil alih ‘tugas’ yang proporsionalnya diemban kepolisian ini.

Bisa jadi riwayat ‘geng’ motor yang meresahkan dan negatif akan tumpas di tangan aparat TNI. http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDuh Miris Banget! 9 ABG Ini Ketangkap Saat Pesta Sabu Sambil ‘Hohohihe’
Berita berikutnyaWah! Untuk Hadapi Masalah Ini Australia Malah Minta Perlindungan dari Militer Indonesia