Seperti Ini Pendapat BJ Habibie Soal Kaitan Islam Nusantara dengan Negara China


20160310-81405_1

Mantan presiden Indonesia BJ Habibie mengungkapkan adanya korelasi antara Bangsa China dan juga perkembangan Agama Islam di indonesia. Seperti apa pendapatnya?

Seperti diberitakan Republika.co.id, Presiden ketiga RI BJ Habibie menjelaskan awal kehadiran Islam di Nusantara. Menurut mantan Menristek di era Presiden Soeharto tersebut Islam hadir di Indonesia berkat kedatangan bangsa China, melalui Laksamana Cheng Ho.

“Hadiah terbesar bangsa China ke Indonesia adalah agama Islam,” papar Habibie ketika memberikan ceramahnya di salah satu masjid di Jakarta.

Dijelaskan oleh Habibie, Islam lahir 14 abad silam. Saat ini Islam memang belum sampai ke Jazirah Tiongkok. Baru ketika jalur  perdagangan sutra dibuka 700 tahun kemudian Islam mencapai China. Kemudian Laksamana Cheng Ho datang ke Nusantara membawa misi damai dan Islam pun menjadi dikenal luas oleh masyarakat Indonesia saat itu.

“Hal inilah yang sering saya katakan ketika saya bertemu siapapun, termasuk para tokoh dunia. Ketika saya di China, saya diberitahum umat Islam yang saya temui ini adalah orang-orang yang memperkenalkan Islam ke negara anda. Saya bilang ke pimpinan Beijing, saya bilang ke pimpinan Jerman, agama Islam datang ke Indonesia dalam damai, bukan dengan peperangan,” kata Habibie.

Dirangkum dari berbagai sumber, kehadiran Agama Islam di Indonesia memang banyak diketahui dibawa oleh saudagar asal Timur Tengah yang berdagang hingga ke Nusantara. Namun campur tangan Muslim China juga tidak bisa ditepis begitu saja, dalam menyebarkan Islam hingga menjadi agama terbesar di Indonesia seperti saat ini.

323449_patung-laksamana-cheng-ho-_663_382

Menurut buku “Runtuhnya Kerajaan  Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara” karya Profesor Slamet Mulyana pada tahun 1968, tokoh Tionghoa yang mendirikan kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Chen Jin Wen atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Patah alias Panembahan Tan Jin Bun (Arya (Cu-Cu). Ia adalah pendiri Kerajaan Demak di Jawa Tengah.Dalam buku tersebut, Profesor Slamet juga memaparkan bahwa Walisongo atau 9 Wali yang merupakan tokoh-tokoh penyebar Agama Islam di Jawa, juga keturunan Tionghoa.

Seperti misalnya Sunan Ampel (Bong Swie Ho) alias Raden Rachmat, lahir pada 1401 di Champa (Kamboja). Saat itu memang banyak sekali orang Tionghoa yang menganut Agama Islam bermukim di sana. Ia tiba di Jawa pada 1443, dan 36 tahun kemudia Sunan Ampel mendirikan Masjid Demak.

08-des-2010-385

Bahkan kata ‘Sunan’ yang menjadi panggilan bagi anggota Walisongo dipercaya berasal dari dialeg Hokkian, ‘Su’ dan ‘Nan’. ‘Su’ merupakan kependekan dari kata ‘Suhu’ atau ‘Saihu’yang berarti guru, karena saat itu para wali merupakan guru dari pesantren-pesantren yang ada di Tanah Jawa. Sementara ‘Nan’ artinya selatan.

Disadari atau tidak baju khas Islami yang dikenakan oleh orang Indonesia yang dikenal dengan nama ‘baju koko’ memiliki kemiripan dengan baju khas laki-laki Tiongkok. Baju koko dan penutup kepala putih bersal dari budaya China, karena di Negeri asal Islam di Timur Tengah pakaian seperti ini malah tidak dikenal.

 

  http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIni Atlet Amerika Berhijab Pertama yang Akan Berlaga di Olimpiade
Berita berikutnyaWaspada Daging Impor Vietnam, Karena Begini Cara Mereka Menjagal Sapi Di Sana