Waduh! Guru SD Ini Jadi Tersangka Karena Biarkan Muridnya Cubit-Cubitan


    Raden Darajat Imandi memperlihatkan surat pemanggilan serta penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polres Subang, Kamis (16/6).

    Dunia pendidikan kembali harus menerima kabar tidak menyenangkan. Seorang guru Sekolah Dasar menjadi tersangka karena dilaporkan orang tua murid yang tidak terima guru tersebut membiarkan anaknya dicubit.

    Dilansir dari jawapos.com disebutkan bahwa guru yang harus berursan dengan polisi tersebut adalah Raden Darajat Imandi, guru kelas V SDN RA Kartini di Subang, Jawa Barat. Dia dilaporkan dengan dugaan menyuruh atau membiarkan siswanya melakukan kekerasan mencubit dan menjewer terhadap siswa lainnya.

    “Keluarga korban melaporkan kalau anaknya dijewer dan dibiarkan oleh guru yang bersangkutan,” ujar Kasat Reskrim Polres Subang melalui Kasubnit PPA, Nenden, dikutip dari jawapos.com, Kamis (16/6/2016).

    Sebenarnya ini kasus sudah berlangsung tahun lalu. Raden dilaporkan orang tua muridnya, Harry Heryanto ke Polres Subang. Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: LP-B/567/XI/201/JBR/RES SBG pada tanggal 18 Nopember 2015.

    Kejadin pencibitan tersebut dikabarkan terjadi pada Okotober 2015. Raden dianggap telah membiarkan aksi pencubitan yang dilakukan oleh seorang anak muridnya terhadap murid lainnya berinisial HM yang tak lain adalah anak dari Harry Heryanto.

    Raden menyangkal telah menyuruh anak didiknya untuk mencubit murid lainnya. Dia kemudian menceritakan bahwa pada 19 Oktober 2015, muridnya yang berinisial HAP yang memang mempunya tugas untuk keamanan mencubit HM yang dianggap telah menggangu ketertiban kelas.

    “Saya tidak melakukan pembiaran terhadap bagian keamanan itu mencubit dia (HM). Apalagi saya sama sekali tidak menyuruh bagian keamanan itu untuk mencubit dia,” ungkapnya.

    PNS tersebut sama sekali tidak habis pikir kenapa dirinya sampai dilaporkan ke polisi karena kasus tersebut. Dia mengaku pasrah dengan statusnya yang sudah menjadi tersangka.

    “Ya saya mau bagaimana lagi dan mau bilang apalagi. Memang kenyataannya seperti itu, saya tidak menyuruh atau mencubit kok,” terangnya.

    Sementara itu, Kepala SDN RA Kartini, Yani Nuryani menyatakan bahwa guru yang telah mengabdi sejak 1990 tersebut dikenal sangat baik.

    “Saya juga kaget kenapa guru saya ini ditetapkan sebagai tersangka. Mudah-mudahan saja hukum berlaku adil,” kata Yani dilansir jawapos.com

    Meski demikian, Yani mengatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang berlaku. Dirinya berharap mendapatkan dukungan dari PGRI agar gurunya tersebut mendapat keadilan.