Siapakah Imran Yousuf yang Selamatkan 70 Gay di Pembantaian Orlando?


Yousef

Empat hari telah berlalu sejak kejadian penembakan oleh Omar Mateen di klub gay Orlando. Meski demikian, kasus ini masih menjadi pembicaraan dan yang terbaru mengangkat nama Imran Yousuf. Siapakah dia?

Nama Imran Yousuf mencuat setelah ia diwawancarai beberapa media Amerika terkait aksi heroiknya saat terjadi penembakan. Di awal kejadian, Mateen menembakkan senapannya beberapa kali namun pengunjung klub tak menyadari hal tersebut karena mengira suara ledakan merupakan bagian dari pertunjukan.

Namun tak demikian dengan Yousuf. Pria ini langsung bisa mengenali bahwa suara ledakan tersebut berasal dari senapan berkaliber tinggi.

“Ada sekitar 3 atau 4 tembakan dan Anda akan langsung bisa mengenalinya bahwa itu berasal dari senapan berkaliber tinggi,” kaya Yousuf seperti dilansir dari cbsnews.com (13/06/2016).

Sesaat setelah tembakan tersebut, Yousuf mengatakan bahwa orang-orang terdiam dan masih berkumpul di dalam ruangan. Menyadari ada bahaya, Yousuf berteriak agar seseorang membuka pintu dan segera keluar dari ruangan. Namun tak seorang pun bergerak, entah karena kaget atau merasa ketakutan. Tanpa pikir panjang, Yousuf berlari ke arah pintu dan membukanya. Setelah itu sekitar 60 hingga 70 orang berlarian keluar dari dalam ruangan untuk menyelamatkan diri.

Berkat keberaniannya tersebut, Yousuf telah menyelamatkan banyak nyawa. Meski demikian, ia mengaku masih menyesal dan ingin berbuat lebih.

“Sejujurnya saya berharap bisa menyelamatkan lebih banyak orang. Banyak orang yang tewas…banyak sekali orang yang tewas,” kata Yousuf sambil mencucurkan air mata.

Lalu siapakah sebenarnya Yousuf dan mengapa ia sangat berani mengambil tindakan tersebut di tengah suasana mencekam?

Ternyata, Imran Yousuf merupakan seorang veteran angkatan laut dan pernah terjun dalam perang Afghanistan. Selama kurang lebih 6 tahun, Yousuf bekerja sebagai salah seorang teknisi di kesatuan Angkatan Laut Amerika. Di tahun 2011, ia berangkat ke Afghanistan untuk berperang.

Pria berusia 24 tahun ini mengaku bahwa dasar militer yang dimilikinya selama menjad tentara perang membuatnya bisa berpikir cepat untuk mengambil tindakan saat kejadian penembakan Orlando.

Meski namanya mendadak terkenal setelah pembantaian Orlando, pria beragama Hindu ini mengaku tak ingin memperoleh perhatian dari publik. Di laman Facebook-nya, Yousuf menyampaikan bahwa dia hanya bertindak sesuai dengan instingnya dan tak berniat untuk menjadi pahlawan.

Dia juga ingin publik lebih memberikan perhatian pada keluarga korban yang membutuhkan dukungan besar untuk mengatasi kesedihan dan trauma.