Pertahankan Kehormatan, Gadis Cantik Ini Justru Menjadi Mayat


    angesti-sistiana_20160613_122657

    Jarang muncul berita mengenai p*********n apalagi pembunuhan, masyarakat di Kampung Sungapan RT 17/4, Desa Kadudampit, Kecamatan Cisaat, Kota Sukabumi, Jawa Barat sontak heboh karena salah seorang warga mereka tewas mengenaskan.

    Angesti Sistiana (19) asal Lampung Selatan ditemukan terbujur kaku di tempat tidurnya di dalam sebuah warung bubur kacang hijau dengan hanya mengenakan bra saja. Saat ditemukan, dia diperkirakan sudah meninggal sejak beberapa jam sebelumnya.

    Dalam beberapa keterangan yang berhasil dihimpun, korban ditemukan oleh neneknya sendiri yang bernama Sukimah (54). Awalnya, Sukimah merasa aneh kenapa warung bubur kacang hijau yang dijaga oleh Angesti tidak kunjung buka, padahal hari sudah menjelang sore dan setiap hari warung tersebut selalu buka mulai pagi hari.

    Karena penasaran, maka Sukimah bergegas pergi ke warung dan membuka rolling door menggunakan kunci cadangan yang disimpannya. Setelah berada di dalam, Sukinah langsung menuju kamar Angesti dan sontak dia berteriak karena mendapati cucunya itu dalam keadaan tanpa busana dan terbujur kaku.

    Tidak menunggu lama, warga sekitar berlarian menuju warung bubur kacang hijau tersebut setelah mendengar teriakan dari Sukimah. Untuk mendapatkan pertolongan, maka selain menghubungi polisi, Angesti langsung dibawa ke rumah sakit. Namun sayangnya, nyawa gadis cantik tersebut tidak tertolong lagi.

    “Saya tahu itu karena nenek korban teriak histeris. Saya lantas menghampiri dan masuk kamar. Yang saya lihat sudah kaku hanya memakai bra tanpa celana. Setelah itu dibawa ke rumah sakit,” ujar salah seorang tetangga korban, seperti yang dikutip dari Radarsukabumi.com (11/6/2016).

    TKP

    Menurut penjelasan dari Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Joni Surya Nugraha, Angesti merupakan korban pembunuhan karena ada bekas luka cakaran, cekikan dan juga ditemukan tanpa busana. Untuk itu, jasad korban dibawa e RSUD Syamsudin untuk dilakukan otopsi dan polisi mengembangkan kasus dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mereka dapat, yaitu tetangga warung, teman dan keluarga korban.

    “Temuan pemeriksaan luar ada lecet, memar di bagian leher dan wajah. Tidak ada luka terbuka, ada resapan darah di leher (lebam), akibat kekerasan tumpul di lehernya,” jelas Nurul Aida Fathay, Dokter Forensik RSUD R Syamsudin.

    Setelah dilakukan penyelidikan lebih mendalam, pada akhirnya pembunuh Angesti berhasil ditemukan. Bahkan pihak kepolisian tidak perlu melakukan pengejaran karena sang pelaku yang tak lain adalah tetangganya sendiri bernama berinisial DD pada akhirnya mengakui sendiri perbuatannya secara mendadak.

    Angesti Sistiani, korban pembunuhan di Sukabumi

    Uniknya, DD juga menjadi saksi atas kasus pembunuhan Angesti ini. Bahkan dia sempat ikut berpura-pura mendatangi TKP saat tubuh Angesti ditemukan tak bernyawa pertama kali bersama warga lainnya.

    Dari hasil penyidikan yang dilakukan selama 2 hari, Kepala Polres Sukabumi, AKBP Rustam Mansur mengatakan bahwa motif dari pembunuhan Angesti oleh DD ini karena masalah asmara.

    Sekitar menjelang siang, DD mengungkapkan perasaannya kepada Angesti. Namun sayangnya, sang gadis menolak cinta DD dan juga tidak mau melayani permintaan pelaku untuk melakukan hubungan intim. Dikarenakan kecewa dan marah, pelaku memukul korban. Setelah korban tak sadarkan diri, pelaku mencoba melakukan perbuatan asusila terhadap korban.

    Namun, saat membuka seluruh pakaian, korban tiba-tiba sadar dan berteriak. Karena kaget dan panik, pelaku lantas mengambil selimut dan mendekap serta mencekik korban hingga akhirnya gadis tersebut meninggal dunia karena kehabisan nafas. Setelah mengetahui Angesti tak bergerak lagi, DD kemudian meninggalkannya tergeletak dan baru ditemukan pada pukul 15.00 WIB.

    Dikarenakan perbuatannya tersebut, DD terancam hukuman 20 tahun penjara dengan jeratan Pasal 338, 339 dan 291 ayat (2) KUH Pidana.