Murid Kurang Ajar Terhadap Guru, Siapa yang Salah?


ppm-image-attaqwa-mi2

Kembali, sebuah berita kurang menyenangkan beredar di media sosial Facebook terkait dengan ulah kurang ajar seorang murid berseragam putih-biru terhadap guru di dalam kelasnya.

Sebenarnya, foto-foto yang memperlihatkan seorang siswi SMP berperilaku kurang ajar dengan memperagakan beberapa gaya, seperti ingin memukul sampai dengan ingin mencambuk seorang pria yang diperkirakan adalah guru kelasnya tersebut bukanlah foto baru, karena sudah pernah geger di tahun 2015 lalu.

Akan tetapi, ketika foto tersebut kembali beredar, tetap saja komentar miring yang ditujukan kepada siswi tersebut tidak berkurang, bahkan justru semakin bertambah.

Walaupun (mungkin) sang siswi dapat menjelaskan bahwa dia dan sang guru memiliki hubungan kerabat atau sudah sangat akrab atau juga hanya berkonteks bercanda, akan tetapi dalam hal ini, keduanya masih mengenakan seragam dan hal tersebut adalah suatu tindakan bodoh yang tidak sepantasnya dilakukan oleh muird terhadap sang pengajar.

kekandang (1)

Jika beberapa tahun lalu guru tidak segan memberikan hukuman fisik apabila sang murid memang terbukti nakal atau bandel dan orang tua juga mempersilakan guru melakukan apa yang dirasa pantas. AKan tetapi sekarang ini, hanya dengan mencubit saja, guru dapat berurusan dengan hukum, bahkan ada yang sampai masuk penjara karenanya.

Dengan kata lain, menjadi seorang guru di zaman dahulu adalah sangat dihormati dan disegani, akan tetapi di zaman sekarang justru biasa saja dan bukan suatu pekerjaan yang membanggakan.

Akan tetapi jika disuruh untuk membedakan mana yang lebih baik dari era dulu atau sekarang, banyak generasi 90-an atau guru-guru yang menjabat di zaman itu akan mengatakan bahwa jika waktu dulu semua dididik secara disiplin dan memberlakukan sistem reward juga punishment. Oleh karenanya, selain banyak yang unggul dalam akademisnya, dari sisi moral, para siswa juga tertata secara baik.

Sayangnya, hal ini sedikit demi sedikit sudah berkurang di zaman sekarang ketika pendidikan lebih dititikberatkan pada faktor teorinya agar siswa ketika lulus dapat bersaing dan diterima di perguruan tinggi atau jenjang yang lebih atas lainnya, tentunya dengan nilai yang memuaskan.

gelo2

Dengan penitikberatan seperti itu justru sisi moral akan sedikit terabaikan dan membuat siswa lost control. Selain berkurangnya pendidikan akan moral, keluarga, lingkungan dan juga teknologi menjadi faktor lain yang menambah kekurangajaran siswa dalam berperilaku baik di sekolah ataupun di mana saja.

Kelakukan kurang ajar seperti itu bukan hanya terjadi seperti foto di atas atau di Indonesia saja, karena juga didapati di beberapa negara, seperti di Malaysia dan Tiongkok. Selain itu, tidak hanya berupa foto saja, jika Anda mencari menggunakan kata kunci khusus di situs berbagi video, YouTube, maka juga akan mendapati banyak sekali video-video yang memperlihatkan keusilan sampai kekurangajarannya murid terhadap siswa.

Lantas apakah hal ini merupakan salah pendidik atau salah sistemnya? Bagaimana menurut Anda?

sumber foto: merdeka.com