Bingung Ditanya Pasal, Polisi Pukul Kamera Pengendara yang Ditilangnya. Lihat Videonya


Dua petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Pusat mengisi form surat tilang para pengendara sepeda motor yang melaju di jalur cepat di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta, Jumat (13/3).

Sejak berkibarnya bendera reformasi dan tergulingnya rezim Orde Baru di Indonesia beberapa tahun silam, popularitas penegak hukum, dalam hal ini adalah petugas kepolisian, kurang lagi mendapatkan simpati dari masyarakat.

Hal ini disebabkan banyak faktor yang salah satunya adalah sering terjadinya kasus pungli dan kesewenang-wenangan aparat terhadap masyarakat yang seharusnya tidak patut dilakukan.

Dari tahun ke tahun, semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek hukum dan mengetahui peraturan juga Undang-Undang yang berlaku dan dijalalankan oleh pihak kepolisian. Akan tetapi, tetap saja peninggalan Orde Baru masih kuat melekat dengan banyak bukti berupa pungli yang kerap dilakukan.

Salah satu kasus yang beredar di media sosial Facebook baru-baru ini memperlihatkan bingungnya seorang petugas kepolisian saat melakukan tilang terhadap salah seorang pengendara motor.

Sang pengendara ngotot mengatakan bahwa dia benar dan memiliki kelengkapan dalam berkendara. Ketika petugas diminta untuk menunjukkan letak kesalahan sekaligus pasal yang berlaku, polisi yang bersangkutan terlihat kebingungan sembari membaca kembali peraturan untuk mencari pasal yang pantas pada bagian belakang buku tilang yang dibawanya.

Dikarenakan merasa lengkap dan benar sekaligus menganggap bahwa tilang yang dikenakan pada dirinya tidak masuk akal, maka sang pengendara motor tetap ngotot dan terus menantang petugas agar menjelaskan dan memberitahukan letak kesalahan beserta pasalnya, sembari terus merekam petugas.

Entah kenapa, secara tiba-tiba petugas yang bersangkutan memukul kamera yang dibawa pengendara. Tentu saja sang pengendara tidak terima akan hal tersebut dan melawan petugas.

untitledTentunya menjadi sangat miris melihat video yang sudah diunggah di media maya dan salah satunya diposting oleh sebuah fanspage di Facebook bernama Berita Heboh dan Langka ini.

Dikatakan miris karena dalam hal ini dapat dikatakan kedua belah pihak sama-sama salah, karena petugas yang seharusnya lebih mengetahui pasal justru bingung untuk memberitahukan letak kesalahan dan juga pasal yang mengulas hal tersebut ditambah lagi melakukan tindakan represif terhadap masyarakat umum. Sedangkan pihak pengendara ngotot benar padahal dia juga bersalah karena menggunakan sepeda motor dengan spion hanya sebelah atau satu buah saja.

Memang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi, pasal 72, ayat 1 tertulis, “Kaca spion kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf b, berjumlah dua buah atau lebih, kecuali sepeda motor,” akan tetapi (kemungkinan) sudah ada perubahan dan pembenahan dengan munculnya Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 Tengan Kendaraan.

Dalam PP terbaru tersebut, khususnya pada pasal 37, huruf a, menyebutkan, “Kaca spion Kendaraan Bermotorsebagaimana dimaksud dalam pasal 35 huruf b harus memenuhi persyaratan (a) berjumlah 2 (dua) buah atau lebih.” Tidak disebutkan dalam pasal ini spion yang digunakan itu hanya untuk motor saja atau juga mobil.

Akan tetapi jika melihat dari tahunnya, secara umum PP yang terbarulah yang akan lebih valid dan digunakan sekarang ini.

Berkaca pada kasus di atas atau juga banyaknya kejadian serupa, tentunya para petugas kepolisian juga tidak dapat lagi bertindak sewenang-wenang atau merasa paling mengerti akan Undang-Undang perlalulintasan seperti di era Orde Baru karena sekarang sudah banyak masyarakat yang melek hukum.

Berikut Videonya

https://www.facebook.com/abg.me/videos/1225233684184081/


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDurhaka Setelah Usir Ibu, Ayu Azhari Terancam Pidana
Berita berikutnyaAntisipasi Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan , Walikota Malang Larang ‘Cabe-Cabean’