Terkuak Misteri Pembuhunan Wanita Dengan Cangkul


    Enno-Fahira-tersangka

    Enno Fairhah (18), ditemukan tewas mengenaskan dengan berlumur darah dibagian kemaluannya akibat tusukan cangkul.

    “Pembunuhan sangat biadab dan sadis dengan kondisi korban yang mengenaskan,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti saat mengungkap kasus ini di kantornya, Jakarta, Selasa (17/5/2016), dilansir dari liputan6.com

    Diduga, pembunuhan ini dilakukan oleh 3 pemuda berinisial RAL alisa RAH alias Alim (16), RAR alias Arif (24), serta IH alias Imam (24).

    Ketiga pelaku ini menganiaya Enno dengan keji sehingga mengakibatkan luka lecet pada bagian pipi kanan, memar pada bibir atas dan bawah serta luka lecet pada leher.

    Tim medis juga menemukan luka lain pada tubuh Enno yakni luka terbuka yang menembus lapisan penutup rongga panggul serta robekan pada bagian paru-paru.

    “Juga robeknya hati sampai belakang bawah menembus ke atas dekat rongga dada kanan, robeknya paru-paru kanan bagian atas sampai bawah, pendarahan pada rongga dada 200 cc, dan rongga perut 300 cc,” ungkap Krishna.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan dari ketiga pelaku, motif dari pembunuhan sadis terhadap Enno ini bermula dari para pelaku yang tidak mendapatkan respon baik saat mendekati Enno. Namun, pelaku RAL mengaku sempat menjalin asmara selama satu bulan.

    RAL juga mengungkapkan bahwa ia membunuh Enno akibat sakit hati karena Enno menolak ajakannya untuk berhubungan badan.

    “Kalau tersangka Arif kesal karena sering dikatain jelek atau kata-kata pahit sama korban. Dia juga suka sama korban. Kalau Imam, dia kesal karena sudah pendekatan berkali-kali tapi tidak direspons,” beber Krishna.

    Kekesalan ketiga pelaku tersebut mendorong ketiganya melakukan kesepakatan untuk membunuh serta mencabuli Enno.

    Ketiga pelaku tersebut melakukan aksinya di kamar korban yang saat itu sedang tidur terlentang. Tersangka IH membekap wajah korban dengan bantal, sedangkan RAL melukai korban dengan cangkul karena tidak menemukan pisau di dapur.

    “Setelah korban meninggal, para pelaku menutupi ‚Äétubuh dan wajah korban menggunakan kain. Para pelaku kemudian melarikan diri setelah menutup pintu kamar korban,” ucap Krishna saat menambahkan keterangannya.