Diwacanakan Akan Dihadiri Ribuan Orang, Acara Penggulingan Jokowi Ternyata Sepi Peminat


Diwacanakan Akan Dihadiri Ribuan Orang, Acara Penggulingan Jokowi Ternyata Sepi Peminat - A

Mulai dari menjabat hingga kini, masih saja ada kelompok-kelompok yang menyatakan secara terang-terangan anti-Presiden Joko Widodo. Banyak koalisi dibentuk untuk menggembosi kinerja pemerintah di era Jokowi.

Salah satunya adalah wacana pengerahan ribuan massa yang dilakukan tepat pada saat Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2016. Gembar-gembor akan terjadi pengerahan massa tersebut tak pelak membuat aparat keamanan baik dari kepolisian maupun TNI bersiaga untuk menjaga keamanan dan kestabilan nasional.

Ketika hari yang telah ditentukan dan ditunggu oleh para demonstran tiba, masyarakat Jakarta terlihat tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Tidak ada rusuh, demonstrasi, pengumpulan massa apalagi aksi anarkis yang kabarnya bakal digunakan jika Jokowi tetap ngotot untuk menjadi Presiden Indonesia.

Bahkan yang kabarnya aksi yang akan ‘dimeriahkan’ ribuan orang tersebut hanya dihadiri sebanyak 20 orang mahasiswa saja dari Universitas Indonesia, universitas Lampung dan Politeknik Negeri Jakarta.

Walaupun hanya berjumlah 20 orang saja, mereka tetap melaukan orasi layaknya demonstrasi pada umumnya. Orasi yang mereka lakukan sekitar satu jam tersebut tidak banyak menyita perhatian warga dan kemudian mereka membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam akhir orasinya, salah seorang demonstran mengatakan bahwa mereka akan kembali pada tangggal 21 Mei 2016 dengan jumlah massa yang lebih besar lagi.

Tentu saja, aksi ‘ribuan’ orang yang akhirnya hanya dihadiri 20 demonstran ini mendapatkan reaksi berupa cibiran dan pembullyan via sosial media. Banyak yang memperolok tindakan atau wacana penggulingan Jokowi tersebut karena tidak menemukan sisi urgensi atau sejenisnya.

Walaupun hanya ada 20 orang saja, para petugas gabungan dari kepolisian dan TNI sudah berjaga-jaga di depan Istana Negara dan sisi utara Monumen Nasional. Para petugas gabungan tersebut juga sudah menyiapkan berbagai kendaraan taktis, seperti Water Cannon, Barracuda sampai dengan kendaraan militer lain yang difungsikan untuk menghalau aksi anarkis yang diperkirakan bakal terjadi sebelumnya.

Sebelum aksi tersebut, ada pula imbauan dari seorang tokoh idealis, Sri Bintang Pamungkas, yang mengajak siapa saja untuk kembali mengulangi apa saja yag terjadi pada bulan Mei 1998 lalu. Bahkan imbauan tersebut secara langsung diteruskan beranting dari berbagai media, termasuk jejaring sosial.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIni yang Dilakukan Anak Jalanan Jika Terlanjur Hamil
Berita berikutnyaMantan Pelatih Juventus dan Sampdoria Ingin Latih Timnas Indonesia