Jokowi Teruskan ‘Jalinan Cinta’ Indonesia-Rusia seperti Era Soekarno


Jokowi Teruskan ‘Jalinan Cinta’ Indonesia-Rusia seperti Era Soekarno - A

Kembali, hubungan Indonesia dan Rusia terlihat semakin mesra. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negara yang dulunya bernama Uni Soviet tersebut beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi diterima Presiden Rusia Vladimir Putin dan melangsungkan pembicaraan di kediaman resmi presiden Federal Rusia Bocharoc Rucey, di Sochi. Banyak pihak yang menilai bahwa pemilihan rumah kediaman sebagai tempat pertemuan daripada di gedung pemerintahan tersebut merupakan bentuk apresiasi Rusia kepada Indonesia dengan menganggap sebagai saudara.

Selain membahas masalah upaya peningkatan ekspor minyak sawit dan kerja sama di sektor ekonomi, serta keinginan Pemerintah Indonesia dalam pembelian property di Kota Moscow sebagai gedung pengganti KBRI yang sedang direnovasi, Jokowi dan Putin saling memuji dan mengemukakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia ini sangat erat, bahkan sudah terjalin lebih dari 60 tahun lalu.

Semasa Rusia masih bernama Uni Soviet, Presiden Soekarno adalah penyambung hubungan bilateral tersebut dan diteruskan hingga kini. Walaupun hubungan ini sempat terhenti pada saat era Orde Baru berkuasa di Indonesia, namun jalinannya kembali terpaut saat Uni Soviet dinyatakan bubar.

Bahkan, Uni Soviet juga merupakan salah satu dari beberapa negara sahabat yang pertama kali mengakui kedaulatan atas kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, walaupun saat itu bendera Belanda masih terkibar pongah di Tanah Air.

Selain itu, Uni Soviet beberapa kali pernah mencoba membuka dan menjalin hubungan diplomatic dengan Pemerintah Republik Indonesia, sayangnya kesepakatan tersebut batal berlangsung karena tekanan kuat dari Belanda pada waktu itu.

Bukti lain dari pengakuan dari pihak Uni Soviet akan sebuah negara yang disebut Indonesia adalah pencantuman nama “Indonesia” di sebuah buku karangan Aleksander Guber yang ditulis pada tahun 1933. Seperti yang banyak diketahui, pada tahun tersebut, nama Indonesia belum diakui oleh dunia karena negara ini lebih dikenal dengan sebutan Hindia Belanda.

Setelah Uni Soviet pecah dan berganti nama menjadi Rusia, presiden-presiden Indonesia, dari Soekarno, Soeharto sampai dengan Jokowi selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke negara yang dikenal dengan hawa dinginnya itu.

Banyak kerja sama yang telah disepakati antara kedua negara, mulai dari di sektor perekonomian sampai dengan militer, seperti contohnya pembelian pesawat tempur Sukhoi yang akhirnya menjadikan Amerika Serikat, ‘musuh abadi’ Rusia, berang.

Tidak hanya itu saja, pada saat digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (KTT-APEC) 2014 di Beijing, Cina, Putin juga sangat senang dapat kembali bertemu dengan delegasi Indonesia yang diwakili langsung oleh Jokowi, selaku Presiden Indonesia.

Diharapkan, di masa-masa mendatang, hubungan internasional antara Indonesia-Rusia ini akan lebih erat lagi, tidak ahnya sebatas hubungan antarpemerintah saja, melainkan juga sampai ke ranah masyarakat umum.